TRIBUNJUALBELI.COM - Diabetes telah lama dikenal sebagai penyakit orang tua, terutama pada orang yang berusia di atas 65 tahun.
Tetapi dari tahun ke tahun, jumlah anak dan remaja yang terkena diabetes semakin bertambah.
Pada tahun 2016 diperkirakan ada sekitar 208.000 anak dan remaja mengalami diabetes, dan angka ini terus bertambah.
Dokter Spesialis Anak, dr Michael Kasenda SpA mengatakan diabetes tipe 1 adalah bentuk yang paling sering ditemukan diantara anak dan remaja.
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) pada tahun 2009 melaporkan prevalensi diabetes tipe 1 sebesar 1,93 kasus per 1.000 anak dan remaja, sedangkan diabetes tipe 2 sebesar 0,24 kasus per 1.000 anak dan remaja.
Diabetes tipe 1 pada anak, yang sebelumnya disebut sebagai diabetes juvenil, timbul jika pankreas tidak mampu untuk menghasilkan insulin.
Karena insulin tidak tersedia, glukosa atau gula tidak bisa ditranspor dari dalam darah ke dalam sel-sel, sehingga mengakibatkan kadar gula dalam darah tinggi.
"Anak-anak yang mengalami penyakit ini memerlukan suntikan insulin seumur hidup dan pengukuran kadar gula darah secara berkala," kata dokter spesialis anak RS Siloam Makassar tersebut.
"Mereka juga memerlukan diet dan olahraga yang tepat untuk membantu menjaga kadar gula darah berada dalam batas normal," lanjutnya.
Sementara itu, diabetes tipe 2, walaupun lebih jarang ditemukan pada anak kecil, dapat terjadi jika insulin tidak bekerja dengan tepat, yang menyebabkan berkurangnya produksi insulin.
Sebagai hasilnya, gula akan terkumpul dalam aliran darah.
Kondisi ini dapat diatasi dengan perubahan cara makan, berolahraga lebih sering, dan mempertahankan berat yang ideal.
Walaupun beberapa pasien mungkin memerlukan obat untuk membantu mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal.
Gejala diabetes pada anak
Gejala tersering dari diabetes tipe 1 dan 2 pada anak dan remaja termasuk rasa haus yang lebih dari biasanya, kencing yang berlebihan, dan kelelahan.
Beberapa anak mungkin juga mengalami peningkatan rasa lapar dan penglihatan yang kabur, sementara beberapa anak perempuan bisa mengalami infeksi jamur.
Untuk anak yang mengalami diabetes tipe 1, kehilangan berat badan yang signifikan adalah gejala yang umum ditemukan sebelum ditegakkan diagnosa.
Sedangkan untuk diabetes tipe 2, tanda-tanda resistensi insulin, seperti bercak-bercak kehitaman di kulit, yang disebut sebagai acanthosis nigricans, dan sindrom ovarium polikistik, dapat muncul.
Gejala-gejala diabetes tipe 1 pada anak-anak cenderung berkembang dengan cepat dalam periode beberapa minggu.
Sementara gejala diabetes tipe 2 berkembang lebih pelan dan bisa tidak terdiagnosa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sejak pertama kali anak mengalaminya.
"Orang tua harus segera membawa anaknya ke dokter anak jika melihat ada gejala-gejala di atas," kata Michael memberikan saran.
(*)
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Mengenali Tanda dan Gejala Diabetes pada Anak
Penulis: Hasrul
Editor: Ardy Muchlis