0

Satu Penyelam Pencari Pesawat Lion Air JT 610 Meninggal Karena Dekompresi

Penulis: ANDKP
Satu Penyelam Pencari Pesawat Lion Air JT 610 Meninggal Karena Dekompresi

TRIBUNJUALBELI.COM - Seorang relawan penyelam, anggota tim pencari korban Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia, saat bertugas Jumat, 2 November kemarin.

Dilansir dari Tribunjakarta.com Kabar tersebut awalnya disebarkan melalui akun Facebook Yosep Safrudin, yang diduga rekan tim penyelam, sekira pukul 00.30 WIB.

Menurut kabar yang beredar meninggalnya penyelam ini karena dekompresi.

Dijelaskan oleh Kolonel Laut Iswarto, bahwa dekompresi itu adalah tekanan bawah laut yang selalu dirasakan oleh penyelam.

Agar terhindar dari dekompresi yaitu ketika penyelam mau naik ke permukaan seharusnya pelan pelan, kemudian setiap lima meter berhenti terlebih dahulu sampai muncul ke permukaan.

Mengapa bisa terjadi dekompresi?

Saat menyelam udara yang kita hirup lebih banyak daripada biasanya karena peningkatan tekanan di dalam laut.

Akibatnya gas nitrogen akan terakumulasi di dalam tubuh penyelam seiein dengan lamanya menyelam.

Sebenarnya kelebihan nitrogen tersebut bisa dinetralisir tubuh sepanjang kita tidak menyelam terlalu lama, tidak terlalu dalam, dan naik perlahan-lahan sehabis menyelam.

Namun, masalah terjadi bila kita naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air.


Nitrogen yang sudah terakumulasi di dalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis.

Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah maupun sistem saraf tubuh manusia, sehingga ada penyelam yang pingsan, lumpuh permanen, bahkan meninggal.

Maka dari itu, meskipun dia seorang penyelam profesionalpun tidak bisa dipungkiri akan tetap terkena dekompresi jika dia naik ke permukaan tidak secara hati hati.