0

Deteksi Dini Gangguan Kesehatan dari Kondisi Mata, Begini Caranya

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Deteksi Dini Gangguan Kesehatan dari Kondisi Mata, Begini Caranya

TRIBUNJUALBELI.COM - Untuk mendeteksi kesehatan kita bisa ‘membacanya’ dari gejala yang ditunjukan tubuh.

Misal, sering sesak napas. Hal tersebut bisa jadi kita mengalami asma, atau masalah jantung – paru-paru.

Untuk memastikannya, harus menjalani serangkaian pemeriksaan akurat, mulai dari laboratorium, radiologi, hingga anamnesa.

Sebenarnya untuk sekedar mendeteksi kesehatan seseorang, jangan menunggu gejala atau sakit muncul.

Hal itu bisa kita lakukan cukup dengan melihat mata seseorang.

Dilansir dari Webmd, artikel slideshow-eyes-health, berikut ini caranya melihat kesehatan seseorang dari matanya.

Sudden Blurry Vision (Penglihatan berbayang/blur)

Jika penglihatan kita tiba-tiba kabur, ini bisa jadi pertanda adanya masalah dengan aliran darah ke mata atau otak.

Jika hal ini bisa segera ditangani secara medis dengan baik dapat mencegah kerusakan serius dan bahkan bisa menyelamatkan hidup.

Tapi jika penglihatan tiba-tiba menjadi lebih baik, mungkin itu peringatan stroke dini atau tanda punya masalah migrain.


Bulging Eyes (Mata menggembung)

Ini disebut juga dengan penyakit Graves, yang menyebabkan kelenjar tiroid mengeluarkan terlalu banyak hormon.

Kondisi mata seperti ini bisa menggambarkan seseorang diare, penurunan berat badan, dan tremor tangan.

Terapi obat atau operasi dapat membantu mengendalikan jumlah hormon tiroid, tetapi tidak akan menyembuhkan penyakit yang mendasarinya.

Blurred Vision (Penglihatan kabur)

Kondisi ini bisa jadi tanda awal seseorang mengalami diabetes.

Jika tidak dikelola dengan baik, bisa saja akan berkembang menjadi retinopati diabetes (ketika pembuluh darah kecil di mata mengeluarkan darah dan cairan lainnya).

Penanganan dilakukan dokter biasanya menggunakan laser, untuk menutup kebocoran dan menyingkirkan pembuluh darah baru yang tidak diinginkan.

Ring Around Your Cornea (Cincin di sekitar Kornea)


Kondisi ini disebut arcus kornea, menyebabkan garis abu-abu putih dari timbunan lemak tumbuh di tepi luar kornea.

Jika orangtua di atas 40 tahun mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai kondisi ini.

Tapi jika berusia di bawah 40 tahun, itu bisa menjadi tanda kolesterol LDL kita tingg.

Drooping Eyelids (Kelopak mata kendur)

Ini bisa menjadi gejala miastenia gravis, yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang dan melemahkan otot kita sendiri.

Ini mempengaruhi otot mata, wajah, dan tenggorokan, sehingga menyulitkan penderitanya mengunyah, menelan, atau bahkan berbicara.

Penanganannya bisa dengan obat-obatan. Tapi dalam beberapa kasus, pembedahan diperlukan untuk mengeluarkan kelenjar thymus.

Yellow Whites of Your Eyes (Mata kuning)

Bila kulit dan mata terlihat kuning, itu disebut penyakit kuning.


Kondisi ini menyiratkan seseong mengalami masalah hati yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin, sehingga hati meradang atau rusak.

Diet tidak tepat, kanker, infeksi, dan penyalahgunaan alkohol kronis, bisa menjadi penyebab semua ini.

Pengobatannya mengubah gaya hidup, hingga pengobatan dengan transplantasi hati.

Eye Twitches (Mata berkedut)

Kondisi ini umum terjadi dan tidak berbahaya. Kondisi ini bisa dikaitkan dengan penyalahgunaan alkohol, kelelahan, mengonsumsi kafein terlalu banyak, atau merokok.

Kondisi ini pun bisa menjadi pertanda adanya masalah pada sistem syaraf, seperti multiple sclerosis (MS).

Tapi jika kedutannya terkait dengan MS atau masalah lain dengan sistem syaraf akan dibarengi dengan gejala lain, seperti kesulitan berjalan, berbicara.

Night Blindness (Buta ayam)

Mereka yang mengalami hal ini akan kehilangan penglihatan normal saat sore hari dan malam hari, juga di kondisi cahaya minim.


Hal ini pertanda adanya katarak di mata.

Tapi kebutaan malam tidak umum terjadi pada orang muda di A.S.

Pada kondisi lain mereka yang mengalami hal ini kemungkinannya tidak tercukupi kebutuhan vitamin A-nya.

Pengobatannya dengan suplemen atau diet makanan tinggi vitamin A, seperti ubi jalar, hati sapi, bayam, wortel, dan labu.

(*)

Artikel ini telah tayang di grid.id dengan judul Mata Bukan Jendela Hati, Tapi Bisa Melihat Kondisi Kesehatan Kita