0

Kenali Gejala & Cara Penangan Tongue Tie, Kesulitan Menyusu Seperti yang Dialami Anak Nycta Gina

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Kenali Gejala & Cara Penangan Tongue Tie, Kesulitan Menyusu Seperti yang Dialami Anak Nycta Gina

TRIBUNJUALBELI.COM - Panutan Adya Semesta Trinycta anak sulung Nycta Gina dan Rizky Kinos mengalami tongue tie dan upper lip tie saat bayi.

Karena tongue tie dan upper lip tie tersebut, Panutan Adya Semesta Trinycta atau yang akrab disapa Uta mengalami kesulitan menyusu hingga kekurangan berat badan.

Oleh karena itu, Uta menjalani operasi pemotongan tongue tie saat ia berusia 2 minggu.

"Setiap dktr anak yg direkomen org aku dtgin bwt ngejar berat badan dan perkembangannya uta.

Akhirnya tongue tie-nya dipotong krn Uta pd wkt itu bnr2 ga bs nyusu," ungkap Nycta Gina dalam akun instagram pribadinya, pada Kamis (18/10).

Instagram

Nycta Gina bercerita operasi pemotongan tongue tie Uta berlangsung cukup cepat.

Bahkan hanya dilakukan dilakukan di ruang praktik dokter tanpa dibawa ke ruang operasi.

"Tekniknya: kaya di insisi (potong) kecil di tali lidahnya tanpa anestesi cuma dibalur asi aja.. prosesnya cepet bgt kok tp pasti anaknya nangis dan berontak jd itu yg lmyn bikin lama,"

Setelah menjalani proses tersebut, Uta sudah bisa mulai menyusu.


 

"Begitu selesai langsung ditempelin ke nenen ibunya.. dan alhamdulillah lsg bisa nyusu dan ga berdarah lagi. Pengerjaannya juga di ruang praktek dokter ga sampe msk kamar operasi,"

"Setelah itu aku kaya dapet instruksi untuk senam mulut tujuannya spy tongue tie nya ga nempel lagi," tambah Nycta Gina.

Nycta Gina bercerita tentang pengalaman tongue tie yang dialami Uta/Instagram @missnyctagina

Perlu diketahui, tongue tie atau dalam bahasa medisnya ankyloglossia ialah kondisi di mana dasar lidah anak melekat melalui frenulum yang tebal, kencang, atau pendek yang menyebabkan gerakan lidah terbatas.

Hingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab tongue tie.

Namun beberapa kasus menunjukan bahwa tongue tie berkaitan dengan faktor genetik.

Para ahli menemukan sekitar 4% bayi dilahirkan dengan kondisi ini, tetapi sayangnya hanya beberapa persen saja yang terdiagnosis.

Selain itu, bayi laki-laki diketahui 3 kali lebih mungkin mengalami tongue tie dibandingkan bayi perempuan.

Ada beberapa gejala tongue tie pada bayi, yaitu:


 

- Mulut bayi tidak menempel pada payudara ibu dengan baik

- Saat menyusu, bayi cenderung mengunyah lebih dari mengisap

- Bayi tidak mengalami penambahan berat badan sebagaimana mestinya

- Rewel dan gelisah saat menyusu

- Membuat bunyi klik saat memberi menyusu

- Kelihatannya lapar sepanjang waktu

- Kesulitan mengangkat lidah ke gigi atas atau menggerakkan lidah dari sisi ke sisi

- Kesulitan mencuat lidah melewati gigi depan bawah

- Lidah yang tampak berlekuk atau berbentuk hati saat menjulur keluar

- Muntah setelah menyusu


 

Pada umumnya tongue tie tidak berbahaya, tetapi bila dibiarkan terus menerus maka dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan mulut dan kenaikan berat badan yang buruk bagi bayi.

Dalam rentang usia yang lebih tua, tongue tie juga dapat mengubah sturktur tampilan wajah dan giginya.

Tidak hanya itu, tongue tie juga bisa mengalami kesulitan berbicara. Terutama untuk huruf "t," "d," "z," "s," "th," "r" dan "l".

Pada beberapa kasus, tongue tie dapat berubah dengan sendirinya sejak enam minggu pertama kehidupan anak.

Namun sayangnya pada beberapa kasus lainnya, tongue tie membutuhkan tindakan khusus. Misalnya dengan pembedahan frenotomy.

Dalam pembedahan ini porsi tertipis dari frenulum dipotong untuk memungkinkan lidah bergerak bebas.

Pembedahan ini dapat dilakukan pada anak yang baru lahir hingga berusia 70 tahun.

Biasanya pada usia dewasa, frenotomy dilakukan dalam pengaturan rawat jalan di bawah anestesi lokal.

Selain frenotomy bisa pula dilakukan frenuloplasty.

Dimana frenelum akan dipotong, dibuang, dan ditutup dengan jahitan.


 

Pembedahan ini dapat dilakukan jika frenulum tebal dan memiliki banyak pembuluh darah.

Ketika melakukan frenuloplasty biasanya dilakukan anestesi lokal atau umum.

Selain dua pembedahan tersebut, tongue tie juga bisa melakukan terapi nonbedah.

Yakni dengan memperbaiki posisi dan peletakan mulut anak saat menyusui.

(*)

Artikel ini telah tayang di grid.id dengan judul Berita Kesehatan: Putra Nycta Gina Operasi Tongue Tie Karena Tidak Bisa Menyusu, Kenali Gejala dan Penanganannya