TRIBUNJUALBELI.COM - Rumah atau hunian kini selain menjadi tempat tinggal juga bisa jadi ladang investasi.
Selain ladang investasi, kini banyak keluarga baru yang memilih untuk memiliki hunian sendiri, daripada tinggal bersama orangtua.
Hal tersebut pastinya didasari berbagai alasan dari keluarga masing-masing, pastinya.
Tetapi, kini memilih hunian menjadi lebih susah dan membingungkan.
Karena makin banyak variasi hunian yang ditawarkan.
Masyarakat kini bisa memilih tempat tinggal sesuai dengan dana yang dimiliki serta lokasi yang diinginkan.
Namun dengan banyaknya pilihan rumah, mungkin Moms bingung untuk menentukan hunian yang tepat.
Permasalahan yang kerap dimiliki yaitu dalam memilih antara rumah tapak dan apartemen.
Dari dua tipe hunian ini, masing-masing memiliki keuntungan dan kelemahan yang harus diperhatikan bagi calon pembeli.
1. Biaya perawatan
Dalam hal biaya, rumah tapak lebih hemat.
Ini karena penghuni tidak harus mengeluarkan berbagai biaya, seperti biaya keamanan, kebersihan, dan lain-lain.
Selain itu, biaya listrik dan air yang lebih murah karena masuk dalam kategori rumah standar.
Namun, rumah tapak juga memerlukan biaya perawatan bangunan tiap tahun seperti pengecatan eksterior, atap bocor, dan lain-lain.
Sedangkan bila tinggal di apartemen, penghuni harus megeluarkan biaya yang lebih mahal, karena ada berbagai tambahan biaya, seperti service charge, sinking fund, serta biaya listrik dan air yang lebih mahal.
Namun, biaya perawatan bangunan ditanggung bersama dengan penghuni unit lain.
Beberapa kerusakan yang biasa ditemui di rumah tapak, seperti atap bocor dan arus pendek tidak ditemui di apartemen.
Kebakaran akibat arus pendek juga jarang terjadi karena kabel ditanam di dalam pipa.
2. Renovasi bangunan
Kebebasan melakukan renovasi fisik bangunan bisa dilakukan apabila tinggal di rumah tapak.
Pemilik juga bebas melakukan dekorasi atau melakukan aktivitas hobi lainnya.
Di apartemen, penghuni tidak bebas merenovasi.
Bahkan ada beberapa pengelola yang memberikan tambahan biaya jika penghuni ingin merenovasi unitnya.
3. Status kepemilikan bangunan
Status kepemilikan rumah tapak adalah milik pribadi dan bisa diperjualbelikan secara leluasa.
Lain halnya dengan apartemen, pembeli hanya mendapatkan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) atau strata title pada unit apartemennya saja.
Dengan kata lain, yang menjadi hak milik adalah bangunan unit yang dibeli.
Sedangkan untuk tanah apartemen merupakan milik bersama.
4. Status Tanah
Status tanah rumah tapak merupakan milik pribadi yang bisa diperjualbelikan.
Berbeda dengan penghuni unit apartemen yang hanya memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai Pengelolaan Lahan (HPL).
Umumnya status apartemen adalah HGB dengan jangka waktu tertentu, misalnya 30 atau 50 tahun.
5. Pilihan investasi
Harga jual rumah yang selalu meningkat, cocok untuk investasi jangka panjang.
Ini karena harga tanah dan rumah setiap tahunnya mengalami kenaikan sesuai dengan nilai inflasi.
Begitu pula dengan harga sewa yang juga mengikuti.
Rumah tapak juga merupakan pilihan investasi hunian terbaik untuk jangka panjang.
Nilai tambahnya juga tinggi karena semakin sedikit lahan yang tersedia.
Tetapi rumah tapak juga membutuhkan waktu lama untuk menjual.
Kondisi ini terjadi karena banyak faktor seperti lokasi dan bunga KPR yang lebih besar untuk rumah tangan kedua.
Lain halnya dengan apartemen yang untuk jangka pendek atau menengah apartemen merupakan pilihan investasi terbaik.
Bila disewakan, nilainya lebih besar dibanding dengan rumah tergantung fasilitas, luas ruangan, dan juga lokasi.
Sehingga membuat apartemen akan selalu cepat laku tersewa.
Jadi, mana yang menjadi pilihan?
(*)
Artikel ini telah tayang di grid.id dengan judul Moms Bingung Pilih Rumah Atau Apartemen? Pertimbangkan 5 Hal Ini!