TRIBUNJUALBELI.COM - Lupa merupakan hal yang dialami banyak orang, namun bagaimana jika intensitas lupa tersebut tergolong sering?
Biasanya lupa atau pikun terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun.
Namun, kini banyak orang yang berusia di bawah 60 tahun mengalami hal yang sama.
Hal tersebut ternyata disebabkan oleh makanan atau minuman yang dikonsumsinya, salah satunya adalah minum minuman beralkohol.
Sebuah penemuan yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dalam The Lancet Public Health memberikan hasil penemuan yang mengejutkan.
Para peneliti tersebut melakukan penelitian terhadap satu juta pecandu alkohol.
Dalam penelitiannya itu, terbukti jika minuman alkohol berkontribusi terhadap masalah demensia.
Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang seringkali disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.
Dalam demensia ini, kumpulan penyakit dengan gejala yang mengakibatkan perubahan pada cara berpikir dan berinteraksi dalam kata lain adalah kepikunan.
Dilansir dari Time pada Senin (30/7/2018), Seorang dokter bernama dr. Jurgem Rehm yang memimpin jalannya penelitian mengatakan bahwa alkohol memiliki risiko yang tinggi pada masalah kesehatan.
Salah satu masalah kesehatan yang dirugikan saat mengonsumsi alkohol ini adalah melemahnya struktur otak.
Para peneliti the Lancet Commission on Dementia Prevention menganalisis catatan rumah sakit di Perancis bahwa lebih dari satu juta orang dewasa di diagnosa menderita dimensia antara tahun 2008-2013.
Lalu, para peneliti pun mencari faktor penyebab terjadinya dimensia tersebut.
Ternyata faktor dimensia yang ditemukan antara lain, merokok, tekanan darah tinggi, pendidikan rendah, gangguan pendengaran, diabetes tipe 2, dan penggunaan alkohol.
Para peneliti juga menemukan bahwa penyebab terbesar munculnya demensia adalah candunya seseorang terhadap minuman beralkohol.
Kecanduan alkohol adalah penyebab terbesar munculnya demensia dari semua faktor yang dianalisis, baik untuk pria maupun wanita.
Hubungan antara penggunaan alkohol dan demensia sangat signifikan pada semua kelompok usia dalam penelitian ini.
Dari 57.000 orang yang mengidap penyakit demensia sebelum usia 65 tahun, 60% di antaranya merupakan orang yang kecanduan alkohol.
Bahkan, risiko ini pada semua jenis demensia, termasuk Alzheimer.
Para periset inipun menunjukkan, banyak orang yang harus dirawat inap di rumah sakit karena alkohol.
Ini menandakan bahwa kemungkinan kecanduan alkohol adalah faktor pemicu demensia yang levelnya melebihi perkiraan periset.
Oleh karena itu, Rehm menyarankan agar negara-negara yang memiliki tingkat kosumsi alkohol tinggi -seperti Perancis dan Amerika Serikat, harus berbuat lebih banyak untuk menyaring dan mengobati gangguan penggunaan alkohol.
Hal tersebut bertujuan agar perkembangan penyakit demensia ini mulai berkurang.
Rhem juga mengatakan bahwa para pecandu alkohol bisa memulai untuk mengurangi penggunaan alkohol.
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)