0

GPS Bikin Kita Jadi Semakin Lemot dan Bodoh? Koq Bisa?

Penulis: Rosiana
GPS Bikin Kita Jadi Semakin Lemot dan Bodoh? Koq Bisa?

TRIBUNJUALBELI.COM - Di zaman serba teknologi ini emang mempermudah kita dalam banyak hal.

Banyak kegiatan yang effortless, dan nggak perlu berpikir keras dalam mengusahakan sesuatu.

Tapi kita sering nggak sadar, kemudahan ini juga ada dampak negatifnya bagi kita.

Dampak negative yang paling terasa diantaranya kita jadi malas bergerak dan malas berpikir. Sehingga kinerja kita dalam beraktivitas dan berpikir pun jadi menurun.

Salah satu teknologi yang membuat kinerja otak melemah yaitu saat menggunakan GPS dalam perjalanan.

Baca : Deretan GPS Yang Bisa Mengamankan Barang - Barangmu!

Padahal otak menjadi lebih aktif ketika harus mengingat dan memilih jalan, ketimbang saat mengandalkan navigator.

GPS atau navigasi penunjuk jalan bias membuat otak malas, sebuah studi menunjukkan perangkat tersebut dinilai “mematikan” bagian otak yang biasanya digunakan untuk mempertimbangkan pemilihan jalan.

Para peneliti University College London melihat aktivitas otak para relawan melalui scan saat mengemudi tanpa navigasi dan dengan navigasi.

Peneliti memeriksa aktivitas hippocampus, suatu wilayah otak yang terlibat dalam memori dan navigasi.

Peneliti juga melihat korteks prefrontal, yang terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

Ketika 24 relawan mengemudi tanpa navigasi, hippocampus dan korteks prefrontal otak terlihat memiliki lonjakan aktivitas, apalagi ketika relawan melewati jalan-jalan baru.

Aktivasi otak semakin besar ketika harus memilih jalan.

Sebaliknya, nggak ada aktivitas otak tambahan yang terdeteksi ketika relawan mengikuti instruksi navigasi. Peneliti Dr. Hugo Spiers memperingatkan, otak bisa kehilangan kekuatan ketika nggak digunakan untuk berpikir.

Dia juga mengatakan,”Kita memang merasa hidup lebih mudah dengan teknologi yang dapat memberitahu kita arah pergi, sayangnya ada bagian-bagian dari otak yang menjadi kurang aktif. Dalam arti bahwa otak kita telah “dimatikan” untuk aktivitas tertentu.

“Bila memungkinkan, jangan terlalu sering menggunakan navigasi saat berkendara. Sedikit bingung dalam memilih jalan tidaklah buruk, ketimbang memori menjadi menurun,” tutur Dr. Dean Burnett, dosen ilmu sarat di Universitas Cardiff.

Wah, mulai dibiasain lagi nih berkendara tanpa GPS. Sekali-kali nyasar nggak apa-apalah. Hehehe..

(Meryam Zahida/hai.grid.id)