0

3 Hal Ini Tidak Boleh Orangtua Katakan pada Anaknya

Penulis: Intan Hafrida
3 Hal Ini Tidak Boleh Orangtua Katakan pada Anaknya

TRIBUNJUALBELI.COM - Tingkah nakal anak kadang sering membuat orangtua marah.

Perlakuan yang tidak sesuai dengan keinginanpun kerap membuat orangtua jengkel.

Pada dasarnya, merawat anak bukanlah hal yang mudah.

Sebagai orangtua harus bisa memberi tahu dan mengungkapkan kemarahannya tanpa harus merusak karakter anak.

Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa kalimat yang tidak boleh diucapkan orangtua ketika memarahi anaknya?

Dilansir dari Psychology Today, berikut ini adalah kalimat yang sering dilontarkan orangtua ketika marah, padahal kalimat tersebut sebaiknya untuk tidak dikatakan.

1. "Kamu ini kenapa sih?"

Seorang psikolog Erica Reischer, PhD mengatakan bahwa kalimat ini akan membuat anak merasa dipermalukan.

Dari kalimat tersebut, tanpa disadari orangtua mengharapkan anak untuk memperbaiki sikapnya dengan membuat anak malu.

Reischer mengatakan, orangtua seharusnya menyadari hal dibalik sikap yang menjengkelkan yang dilakukan anak.


 

 2. "Mendingan/Lebih baik kamu..."

Menurut Reischer, kalimat ini akan membuat anak merasa takut pada hal yang dilakukannya.

Sebab, nada kalimat yang orangtua utarakan ini menyiratkan agresi dan intimidasi.

Jika orangtua sering mengucapkan kalimat ini, anak akan terhambat untuk bersikap mandiri ketika mulai beranjak dewasa.

"Orangtua tersebut malah akan mendidik anak dengan cara yang intimidatif.

Hingga pada akhirnya, ini akan mengikis kepercayaan dan rasa hormat sebagai unsur penting dalam hubungan Anda dengan anak," jelas Reischer.

3. "Kamu membuat ibu marah!"

Kalimat ini sebenarnya bermaksud untuk membuat anak merasa bersalah atas perbuatannya.

Orangtua tersebut berharap agar sang anak mengubah sikapnya dan meminta maaf.

Namun, lebih baik orangtua untuk tidak mengucapkan kalimat ini.


 

"Mengungkapkan ekspresi dengan kalimat seperti ini malah memperburuk keadaan dan membuat hubungan dengan anak menjadi negatif.

Lebih buruk lagi, ini membuat anak merasa rendah diri dan merasa cemas serta ketakutan," ujar Reischer.

Lalu, kalimat apa yang harus diucapkan ketika anak bersalah dan dapat bersikap baik tanpa harus merusak karakternya?

Reischer mengungkapkan ada baiknya para orangtua untuk fokus pada eksplisitas perilakunya.

Misalnya dengan mengatakan "Ibu tidak suka sikap kamu itu," atau " Kalau kamu begini, ibu merasa..." atau "Ibu tidak suka kalau kamu..."

Setelah mengatakan kalimat tersebut, orangtua juga harus memberitahu mengapa sikap yang dilakukan anak tidak baik.

Kemudian, diskusikanlah apa yang seharusnya dilakukan anak lain kali.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)