TRIBUNJUALBELI.COM - Saat ini negara Indonesia sedang dilanda musim kemarau.
Musim yang mulai pada bulan April 2018 lalu ini bisa dikatakan ekstem.
Hal ini dikarenakan suhu siang hari dan malam hari bisa berbeda drastis, jikalau siang hari suhu bisa mencapai di atas 20 derajat celcius.
Akibat dari suhu yang panas ini mengakibatkan banyak sekali debu debu yang berasal dari mana saja.
Alhasil beberapa penyakit khas yang sering mendera masyarakat di musim kemarau, salah satunya yaitu penyakit kulit.
1. Kulit kering dan iritasi kulit.
Musim panas di daerah tropis kerap dibarengi dengan kelembapan udara tinggi.
Saat seperti ini, udara terasa gerah dan membuat kulit cepat kering.
Bila kita sering berada di ruangan ber-AC, kulit juga akan menjadi lebih cepat kering.
2. Ruam
Kondisi ini sering terjadi saat musim panas, apalagi pada anak, dan mereka yang berkulit sensitif.
Ruam akan membuat kita yang mengalaminya merasa risih, gatal, perih, dan serbasalah.
Pada anak kerap membuatnya rewel dan tidak bisa tidur.
Jika ruam digaruk, bisa menyebabkan infeksi.
Ruam terjadi karena kelenjar keringat tertutup, sehingga keringat tidak bisa keluar dengan baik.
Pada mereka yang pernah, apalagi kerap mengalami ruam, jangan sekali-kali mengenakan bedak pada kulitnya.
Hindari pula dari segala hal yang membuat kulit tertutup, seperti penggunaan diaper, baju ketat, pakaian berbahan sintetis, dan lainnya.
3. Herpes
Penyakit herpes adalah sejenis penyakit kulit yang menular.
enyakit herpes memiliki karakter yang sangat unik dan bandel, karena sangat dimungkinkan bagi penderita yang sudah pernah mengalami penyakit herpes akan kembali mengalaminya dalam jangka waktu tak menentu.
4. Sunburn
Kondisi ini membuat kulit seperti terbakar.
Karenanya, saat musim panas, setiap keluar ruangan, beraktivitaslah di tempat yang teduh, kenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, baju lengan panjang, dan celana panjang.
Penting pula untuk mengoleskan tabir surya yang menawarkan perlindungan spektrum luas, SPF 30+, dan tahan air.
5. Jerawat
Ini bukan penyakit pubertas.
Jerawat terjadi bila keringat bercampur dengan bakteri dan minyak pada kulit sehingga menyumbat pori-pori kulit.
Nah, minyak berlebih, keringat berlebih, kerap hadir saat musim panas.
Mengendalikan jerawat saat musim panas dapat dilakukan dengan sesering mungkin menyeka keringat pakai handuk atau kain bersih.
Selain itu juga, seringlah mengganti pakaian, ikat kepala, handuk, dan topi.