TRIBUNJUALBELI.COM - Mungkin bagi sebagian dari kita akan mengganti sprei 2 minggu atau bahkan satu bulan sekali.
Hemat dan tak ada waktu mungkin yang menjadi alasannya.
Namun tahukah kalian jika seharusnya kita mengganti sprei tiap seminggu sekali?
Selama ini mungkin kita tak menyadari jika ternyata kita tidur di atas ribuan tungau debu.
Seorang pakar laundry, Mary Marlowe mengatakan jika mengganti sprei bukan hanya tentang menjaga kulit kita.
Dia berkata, "Selama tidur, kita terus berkeringat, dan minyak tubuh akan dilepaskan. Ini mungkin untuk menemukan air liur, urin, cairan kelamin, dan kotoran di serat sprei."
Jika sprei tidak dicuci secara teratur, maka saat kita memiliki luka pada kulit, kemungkinan luka tersebut akan berubah menjadi infeksi jika sering bergesekan dengan sprei.
Jarang membersihkan sprei dan bantal akan membuat jamur juga terserap pada kain, dan hal itu membuat kita lebih sulit untuk membersihkannya.
Menurut Mary, sebenarnya jutaan tungau tinggal di tempat tidur kita dan mereka siap untuk memakan kulit mati kita.
Terlebih lagi, tungau-tungau debu tersebut juga meninggalkan kotoran di tempat tidur yang ternyata bisa menyebabkan asma dan alergi.
"Dengan tidak sering mencuci linen, minyak dan cairan menumpuk dan melekat pada serat, membuat mereka jauh lebih sulit untuk dihilangkan," kata Mary.
"Kotoran tungau dapat menyebabkan masalah pernapasan bagi mereka yang memiliki alergi dan asma, tetapi dapat dengan mudah dihilangkan dengan mencuci dalam air panas," tambahnya.
Untuk itu kita memang benar-benar disarankan untuk mengganti sprei setidaknya seminggu sekali.
Selain itu, setiap pagi kita juga disarankan untuk membersihkan tempat tidur dan membuka jendela agar kasur dan sprei kita tidak lembap.
Sedangkan untuk membunuh tungau, kita juga disarankan untuk mencuci sprei menggunakan air hangat sesuai rekomendasi kain sprei. (*)
(Nuzulia Rega/NOVA.id)
Artikel ini telah tayang di NOVA.id dengan judul Awas, Ini yang akan Terjadi Jika Tak Mencuci Sprei Lebih dari Seminggu