0

Mengenal Endometriosis, Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita yang Membuatnya Susah Hamil

Penulis: Intan Hafrida
Mengenal Endometriosis, Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita yang Membuatnya Susah Hamil

TRIBUNJUALBELI.COM - Memiliki keturunan adalah impian setiap wanita yang sudah menikah. Sayangnya, ada berbagai penyakit yang bisa menghalangi impian itu.

Salah satunya adalah endometriosis, penyakit yang kerap menjadi penyebab utama wanita mengalami infertil atau susah mendapatkan keturunan.

Lalu,tahukah kamu apa itu Endometriosis?

Dilansir dari beberapa sumber, Endometriosis merupakan penyakit yang ada pada sistem reproduksi wanita.

Endometriosis adalah suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim.

Tidak diketahui secara pasti penyebab dari Endometriosis namun ada beberapa ahli yang mengemukakan beberapa teori yaitu.

1. Teori menstruasi retrograd

Pada teori ini mengatakan penyebab endometriosis adalah menstruasi yang bergerak mundur.

Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.


 

2. Teori sistem kekebalan

Menurut teori sistem kekebalan, endometriosis disebabkan karena adanya kelainan sistem kekebalan yang menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.

3. Teori genetik

Dalam teori ini menyebutkan bahwa genetik keluarga memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.

Selain pada teori tersebut, ternyata terjadinya endometriosis ditemukan pada wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis, wanita yang siklus menstruasinya 27 hari atau kurang, wanita yang mengalami menstruasi terjadi lebih awal, dan wanita yang mengalami menstruasi selama 7 hari atau lebih.

Gejala endometriosis yang dirasakan oleh penderitanya antara lain, nyeri di perut bagian bawah di daerah panggul, menstruasi tidak teratur, kemandulan dan nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)