0

Disebut Komnas Anak Punya Pola Asuh Salah, Ternyata Ini Penyebab Putri Sulung Nikita Mirzani Kabur dari Rumah

Penulis: Achadiyah Nurul
Disebut Komnas Anak Punya Pola Asuh Salah, Ternyata Ini Penyebab Putri Sulung Nikita Mirzani Kabur dari Rumah

TRIBUNJUALBELI.COM - Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kaburnya putri sulung Nikita Mirzani dari rumah adalah masalah perbedaan pemikiran antara orangtua dan remaja.

Selain itu, menurut Artist, pihak orangtua, dalam hal ini Nikita, menerapkan pola asuh anak yang salah.

"Seperti anak yang berinisial L ini memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada dalam lingkungan keluarga," kata Arist saat menggelar jumpa pers di kantor Komnas Perlindungan Anak di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018).

"Tetapi dia tidak berdiri sendiri. Karena ada kontribusi juga pola pengasuhan yang salah ya," lanjutnya. 

Nikita membeberkan penyebab putri sulungnya, Loly, kabur dari rumah.

"Jadi tanggal 28 Mei itu Loly ulang tahun, seperti biasa dirayain tapi enggak pernah bilang."

"Cuma tanggal 28 ini dia janjian sama Daddy (Dipo), karena Daddy-nya sudah janji mau beliin sepatu Vans tapi Daddy-nya lupa," ujarnya saat menggelar jumpa pers di kantor Komas Perlindungan Anak di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018).

Lantaran keinginannya belum terpenuhi, Loly lantas menyusul Dipo ke rumah sakit.

"Akhirnya dia (Dipo) ke rumah sakit, nemuin orangtua temannya yang sedang sakit."

"Terus Loly notice, Loly enggak mau pulang ke apartemen, dia maunya ke Daddy. Akhirnya dia sama Daddy-nya ke Pondok Indah,"katanya.


Setelah dibelikan sepatu idamannya, Loly mengaku tak ingin kembali ke rumah ibundanya.

"Dari situ Loly sudah enggak pernah lagi pulang ke apartemen yang aku tinggalin. Itu kronologi sebetulnya. Tinggal lah di rumahnya Dipo di Kalimalang," ungkapnya.

Rupanya, Loly merasa nyaman tinggal di rumah Dipo.

"Karena saya kan juga punya (anak) remaja di sana jadi Loly ngerasa nyaman lalu dia takut. Dia enggak mau pulang karena dia ngerasa lebih seru lah ketemu abangnya di situ," kata Dipo.

Kemudian Dipo merasa tak bisa terlalu lama Loly tinggal bersamanya.

"Lalu saya kan mesti kerja, enggak ada yang monitor, saya bingung lalu saya bujuk dia untuk pulang dia enggak mau," ucap Dipo.

Dipo pun menghubungi rekannya yang seorang psikolog untuk menangani masalah yang dihadapi Loly dan Nikita.

"Lalu saya call Lizi, dia rekan dan sahabat saya. Saya call 'Lizi ini anak enggak mau pulang ke rumah ibunya gimana ya? Saya titipin dong ke Komnas Anak supaya ini anak dididik, di mediasi, ada konflik supaya dia jadi lebih baik dan bisa pulang ke rumah ibunya'. Jadi sebenarnya gitu," jelas Dipo.

Psikolog yang menangani Loly, Lizzy lantas meminta Komnas Perlindungan Anak untuk melakukan mediasi antara Loly dan Nikita bersama sang suami, Dipo Latief.

Setelah melakukan mediasi dengan Nikita, Dipo Latief, dan putri sulung Niki, Loly, pihak Komnas Anak menyimpulkan perlunya penyatuan pemikiran antara anak dan orangtua dengan terapi.


"Pola pengasuhan itu, yang saya tegaskan itu untuk menyelesaikan masalah itu ada terapi psiko sosial keluarga. Supaya connect apa yang dipikirkan oleh Dipo, apa yang dipikirkan oleh Nikita itu nyambung oleh yang dipikirkan anak," ungkapnya.

Mediasi pun diharapkan akan terus dilakukan demi memperbaiki hubungan orangtua dan anak.

"Oleh karena itu kita sepakat bermediasi, kemudian hasil indepth interview bersama ibu Lizzy mari kita duduk bersama untuk memperbaiki kembali," jelas Arist. (Kompas.com/Dian Reinis Kumampung)