0

Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan Miris Kenapa Putri Diana Tak Pernah Mau Pakai Brand Chanel

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan Miris Kenapa Putri Diana Tak Pernah Mau Pakai Brand Chanel

TRIBUNJUALBELI.COM - Sejak menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris, Putri Diana banyak menjadi sorotan dunia.

Bukan hanya karena kecantikannya, tapi juga karakternya yang unik.

Putri Diana yang terkenal suka memberontak protokol kerajaan dikenal sebagai sosok yang selalu mengikuti fashion.

Putri Diana bahkan tak sungkan-sungkan mengikuti fashion yang dilarang oleh kerajaan Inggris.

Putri Diana pernah mengenakan mini dress yang dilarang oleh aturan berpakaian ala Ratu Elizabeth II.

Meski demikian, banyak wanita-wanta di zaman itu berkiblat dengan fashion yang dipakai sang Putri.

Mulai dari pakaian hingga gaya rambut pendek yang ikonik.

Tawaran untuk melakukan pemotretan dengan brand-brand besar pun sering didapatkan oleh Putri Diana.

Namun siapa sangka, sang Putri selalu menolak memakai barang produksi sebuah brand terkenal.


Setelah rumah tangganya dengan Pangeran Charles kandas, Putri Diana selalu menolak memakai brand Chanel.

Ia juga tidak pernah mau lagi melihat logo Chanel.

Padahal brand tersebut selalu memproduksi item fashion berkualitas yang jadi buruan para wanita di dunia.

Lantas, apa sih alasan Putri Diana selalu menolak memakai brand tersebut?

Jawabannya sederhana namun miris.

Seorang desainer bernama Jayson Brundson yang pernah bekerja untuk Putri Diana mengungkapkan alsannya dalam wawancara dengan Harper's BAZAAR.

Putri Diana rupanya tak suka dengan logo Chanel yang berbentuk dua huruf 'C'.

ilustrasi

Pada tahun 1996, Jayson Brundson diajak bekerja untuk Putri Diana yang berkunjung ke Australia untuk acara amal.

Saat memilihkan busana untuk sang Putri Brundson melihat sepsang septu Chanel yang cantik.

Ia ingin memakaikan sepatu itu Putri Diana.


Namun sang Putri langsung menolak mentah-mentah tawaran Brundson.

"Tidak, saya tidak bisa memakai huruf C yang saling bertautan," ujar Putri Diana.

"Itu artinya Camilla dan Charles," lanjut sang Putri.

Rupanya sakit yang dirasakan Putri Diana setelah suaminya direbut Camilla sangat membekas di hatinya.

Setiap kali melihat logo Chanel ia terbayangd engan pernikahannya yang kandas.

Ya, sudah jadi rahasia umum bahwa Camilla Parker Bowles adalah penyebab pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana hancur.

Apalagi Camilla sering terlihat akrab dengan Putri Diana.

Tentu sakit hati yang begitu mendalam telah membuat sang Putri membenci segala hal tentang Camilla.

Bahkan ia benci dengan logo Chanel yang seolah menunjukkan Camilla dan Charles tak bisa terpisahkan.

(*)

Artikel ini telah tayang di grid.id dengan judul Terbayang Pernikahannya yang Kandas, Putri Diana Selalu Menolak Pakai Brand Chanel

Rahasia Tak Terduga Dibalik Gaya Rambut Putri Diana yang Selalu Pendek


TRIBUNJUALBELI.COM - Keanggunan dan kecantikan seorang putri tidak hanya dilihat dari penampilanya, melainkan dari kepribadiannya pula.

Putri Diana banyak dicintai oleh rakyatnya karena memiliki pemikiran dan kepribadian unik.

Meski hidupnya singkat, Putri Diana meninggalkan pengaruh abadi pada keluarga kerajaan dan dunia.

Setelah kepergiannya mulai banyak rahasia-rahasia kelam yang terkuak.

Salah satu rahasia Putri Diana yang terkuak adalah gaya rambutnya yang selalu pendek.

Ya, ternyata gaya rambut tersebut adalah ciri khas milik sang Putri yang sengaja ia pertahankan secara konsisten tanpa merubahnya sama sekali.

Dilansir Grid.ID dari Vanity Fair, gaya rambut tersebut merupakan hasil karya tangan penata rambut Putri Diana yang bernama Sam McKnight.

Dalam sebuah wawancara, Sam Mcknight membeberkan alasan kenapa sang Putri selalu tampil dengan gaya rambut pendek.

Hal ini bermula saat sang putri menjalankan kegiatan pemotretan majalah Vogue pada tahun 1990 lalu.

McKnight sengaja ingin membuat penampilan baru untuk sang Putri.


Ia memakaikan rambut palsu berpotongan pendek pada Putri Diana.

Rupanya Putri Diana sangat menyukai gaya rambut itu.

Putri Diana bahkan pernah bertanya pada Sam McKnight apa yang akan dia lakukan jika diberikan kebebasan melakukan eksperimen dengan rambut sang Putri.

"Aku akan memotong rambut Putri jadi pendek," jawab Sam McKnight saat itu.

Tak disangka, Putri Diana justru menyetujuinya.

"Saat kegiatan pemotretan tersebut, terlihat jelas bahwa Putri Diana menyukai tatanan rambutnya."

"Dan ia mengatakan kepada saya bahwa akan membuat rambut aslinya menjadi seperti tatanan rambut palsu yang dikenakannya waktu itu," jelas Sam McKnight seperti dikutip dari Glamour.com.

Sam juga menjelaskan, gaya rambut pendek itu bertujuan untuk menunjukkan ciri khas sang Putri.

Dilansir dari fashionmagazine.com, gaya rambut Putri Diana dinilai sebagai tindakan pembebasan.

Ya, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, sang Putri memang memiliki jiwa yang bebas sehingga berani melanggar protokol-protokol kerajaan.


Putri Diana bahkan tak sungkan-sungkan mengikuti fashion yang dilarang oleh kerajaan Inggris.

Putri Diana pernah mengenakan mini dress yang dilarang oleh aturan berpakaian ala Ratu Elizabeth II.

Sang Putri juga pernah mengenakan kalung zamrud sebagai headband di kepala saat pesta dansa.

Hal ini kemudian menjadikannya sorotan media dan masuk pada berita utama lantaran kepercayaan dirinya yang begitu besar.

Meski demikian karakter uniknya inilah yang membuatnya Putri Diana begitu dicintai.

Sam McKnight mengatakan setelah Putri Diana tampil dengan rambut pendek, banyak wanita yang ingin memiliki gaya rambut yang serupa.

"Gaya rambut Putri Diana berbeda dengan gaya rambut wanita tahun 80an."

"Gayanya lebih sporty tapi tetap feminim," tandas McKnight. (Grid.ID/ Nindya Galuh Aprillia)