TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka menyelimuti keluarga Aa Gym.
Dai kondang itu baru saja kehilangan salah satu anggota keluarganya.
Cucu kedelapan, Ghesiya Naura Khadija telah berpulang untuk selamanya.
Anak dari Ghaitsa Sahira shofa dengan Ustaz Maulana Yusuf itu baru saja berusia 2 bulan.
Sebelumnya baby Ghesiya Naura Khadija itu lahir di Yaman saat kedua orang tuanya menempuh pendidikan di sana.
Setelah berusia dua bulan, cucu Aa Gym dibawa pulang ke Indonesia segalikus pamit untuk selamanya.
Baby Ghesiya dimakamkan di Eco Pesantren Daarut Tauhid pada Senin (21/5/2018).
Berdasarkan cerita kedua orang tua, cucu kedelapan Aa Gym itu tidak mengidap penyakit apapun sebelum meninggal.
Ghesiya hanya sempat menangis beberapa lama saat malam hari.
Saat itu kedua orang tua juga sempat membawanya ke dokter.
Dokter menyatakan jika kondisinya baik-baik saja.
Namun takdir berkata lain.
Saat perjalanan pulang, baby Ghesiya menghembuskan napas terakhir.
Kabar berpulangnya baby Ghesiya ini juga disampaikan oleh putri sulung Aa Gym, Ghaida Tsurayya melalui akun instagram pribadinya @gdaghaida pada Minggu (20/05/2018).
Dalam postingan tersebut, banyak doa dari netizen untuk melepas kepergian Ghesiya.
Dari ribuan ucapan belasungkawa, ada satu komenter yang cukup menyita perhatian.
Ada satu komentar menarik datang dari netizen atas nama akun @7ilwahba7fi_.
Pemilik akun instagram @7ilwahba7fi_ memberikan komentar tentang Sindrom Kematian Bayi Mendadak.
Sindrom Kematian Bayi Mendadak dalam dunia medis disebut Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
Tak seperti yang lain, akun itu menuliskan tentang Sindrom Kematian Bayi Mendadak atau yang disingkat dengan SIDS.
Pemilik akun tersebut juga memaparkan apa itu SIDS, faktor penyebab SIDS dan bagaimana cara pencegahan SIDS.
Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan SIDS?
Melansir dari alodokter, SIDS adalah kematian mendadak pada bayi sehat usia dibawah satu tahun secara tidak terduga dan tanpa ditandai gejala.
Ada beberapa faktor risiko yang jadi penyebab SIDS.
Bayi tidur tengkurap
Posisi bayi tidur tengkurap menjadi faktor risiko yang signifikan bagi jumlah kasus SIDS yang tinggi.
Dokter berpendapat adanya penekanan pada saluran pernapasan saat posisi tengkurap, menyebabkan bayi sulit bernapas dengan normal.
Sehingga mungkin menyebabkan suplai oksigen ke otak menjadi berkurang.
Bayi terpapar bahan berbahaya
Kondisi ini umum menimpa pada orang tua yang memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan obat-obatan terlarang.
Kondisi saat hamil dan lahir
Bayi yang lahir dari ibu muda berusia kurang dari 20 tahun, ibu hamil yang tidak melakukan kontrol kehamilan pada dokter atau bidan, maupun pada bayi yang lahir prematur atau berat badan lahir rendah.
Sebelum merenggut nyawa, serangan sindrom SIDS ini bisa dicegah.
Taruh bayi pada posisi telentang saat tidur.
Posisi ini tidak akan menghalangi jalan napas bayi, sehingga bayi tidak mengalami gangguan pernapasan saat tidur.
Pilihlah posisi telentang dibandingkan posisi telungkup kapan saja saat bayi tidur.
Jangan letakkan berbagai macam benda di atas tempat tidur anak.
Jauhi bayi dari bantal, selimut, boneka, mainan, atau hal lainnya saat bayi tidur.
Benda-benda ini dapat menghalangi mulut dan hidung bayi sebagai jalan napas, sehingga bayi dapat mengalami sesak napas saat tidur.
Jika bisa, sebaiknya bayi tidur sendiri di tempat tidurnya yang dekat dengan Anda.
Ketika bayi tidur di kasur yang sama dengan orangtuanya, ini dapat membatasi ruang gerak bayi dan mungkin juga bisa mengganggu pernapasan bayi.
Jauhi bayi dari rokok.
Bayi yang lahir dari ibu perokok dan meninggal karena SIDS terjadi tiga kali lebih sering daripada bayi yang lahir dari ibu bukan perokok.
Merokok saat hamil merupakan faktor risiko utama terjadinya SIDS, dan asap rokok yang bayi hirup juga dapat meningkatkan kejadian SIDS pada bayi.
Beri ASI pada bayi selama bisa.
Menyusui bayi terbukti dapat menurunkan risiko SIDS pada bayi sebesar 50%.
Beberapa ahli percaya bahwa ASI dapat melindungi bayi dari infeksi yang dapat meningkatkan risiko SIDS.
Juga, sebaiknya jangan minum alkohol saat Anda menyusui karena alkohol dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami SIDS.
Beri bayi Anda imunisasi secara lengkap.
Bukti menunjukkan bahwa bayi yang menerima imunisasi sesuai rekomendasi dapat menurunkan risikonya terhadap SIDS sebesar 50% dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima imunisasi lengkap.
Jaga bayi agar tidak kepanasan.
Kepanasan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS.
Sebaiknya selalu jaga suhu kamar bayi Anda, hindari pemakaian pakaian yang terlalu tebal atau selimut jika bayi kepanasan, dan pakaikan pakaian tidur yang nyaman saat bayi tidur.
Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun.
Madu dapat menyebabkan bayi menderita botulisme.
Botulisme dan bakteri penyebab botulisme dapat dihubungkan dengan kejadian SIDS pada bayi.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)