TRIBUNJUALBELI.COM - Kasus pemboman bukanlah hal baru di Indonesia, sebab sebelumnya tragedi seperti ini cukup sering terjadi.
Hanya skala ledakan dan jumlah korbannya berbeda-beda.
Peristiwa bom terbaru yang menggegerkan masyarakat Indonesia kususnya Surabaya.
3 Gereja yang jadi sasaran bom adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno.
Hari ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan konferensi PERS dan menyampaikan Bom yang diledakkan memiliki nama yang sangat unik..
Bom yang dipakai namanya "The Mother Of Satan atau Ibu Daripada Setan".
Itulah sebutan untuk Bom yang menyerang 3 Gereja Surabaya, Polrestabes Surabaya dan yang meledak di Rusunawa Sidoarjo.
Sebutan ini disematkan karena bom ini memiliki tingkat kepekaan yang sangat tinggi.
Mereka menyebut TATP (triaseton triperoxide), The Mother of Satan, karena daya ledaknya tinggi dan sangat-sangat sensitif.
TATP ini lebih berbahaya dari trinitrotoluena (TNT).
"Jika TNT membutuhkan detonator, TATP hanya butuh panas atau getaran untuk diledakkan," ujar Tito (14/05/18).
Bom ini satu jenis yang berkembang di Syria didalangi jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kalau di Indonesia Bom ini di buat oleh jaringan JAD.