TRIBUNJUALBELI.COM - Lemak yang menumpuk di area perut tentu membuat kita kurang percaya diri.
Adanya tumpukan lemak ini biasa disebut dengan perut buncit.
Untuk menghilangkannya, ada banyak cara yang bisa kita lakukan.
Mulai dari olahraga hingga melakukan diet.
Tapi meski sudah melakukannya, masih banyak orang yang tak berhasil membuat lemak di perut terusir.
Apa sih yang membuat ini terjadi?
Ternyata ada beberapa faktor yang jarang diketahui yang menjadi penyebab semua ini.
Melansir Shape.com.sg, berikut kebiasaan yang menyulitkan lemak di tubuh berkurang.
1. Kurang tidur
Ternyata tidur yang cukup bisa berperan dalam membantu kita menyingkirkan lemak di perut.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology membuktikannya.
Penelitian ini dilakukan pada lebih dari 70.000 perempuan selama periode 16 tahun mengungkapkan jika perempuan yang tidur lima jam atau kurang setiap malam, memiliki berat 2,47 kg dibanding perempuan yang tidur setidaknya tujuh jam dalam semalam.
Ketika tidak cukup tidur, tubuh akan menghasilkan lebih banyak ghrelin, yang merupakan hormon yang memicu perasaan lapar.
Dan ini menyebabkan kita makan berlebihan.
2. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, tingkat metabolisme kita akan melambat.
Kondisi ini mempengaruhi seberapa efektif tubuh kita embakar kalori.
Perempuan juga mengalami perubahan hormonal karena menopause.
Selama menopause, kadar estrogen kita turun dan sel-sel lemak di sekitar perut menghambat proses pengangkatan lemak dari aliran darah.
Akibatnya, sebagian besar lemak akan masuk ke perut kita.
Jadi, jangan biarkan usia menjadi alasan untuk berhenti berolahraga.
3. Terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan
Nasi atau roti putih memang sangat penting bagi sebagian orang.
Tapi ternyata makanan olahan seperti ini membuat lebih sulit untuk mengurangi asupan kalori kita karena tingkat kenyangnya yang rendah.
Makanan-makanan ini, tidak akan membuat kita kenyang dalam waktu yang lama dan akan menyebabkan kita makan lebih dari yang seharusnya.
Cobalah untuk menggantinya dengan gandum utuh.
Karena gandum utuh punya serat yang tinggi sehingga akan membuat kita kenyang lebih lama.
Dengan begitu kita pun akan melupakan camilan.
4. Makan makanan yang mengandung lemak tak sehat
Susu memang kaya nutrisi dan berfungsi sebagai sumber kalsium dan vitamin D.
Tapi di sisi lain, susu penuh dengan lemak jenuh yang dikaitkan dengan penyakit kolesterol, darah tinggi, dan penyakit jantung.
Selain produk susu, daging merah juga mengandung lemak yang tidak sehat jadi sebaiknya konsumsi makanan ini secukupnya.
Sertakanlah makanan dengan lemak baik seperti avokad, ikan, dan kacang-kacangan ke dalam menu harian kita.
Makanan dengan lemak sehat ini jauh lebih bergizi dan lebih rendah kalori.
Tapi tetap dalam kadar yang cukup.
Makan terlalu banyak lemak sehat juga bisa menyebabkan kalori yang berlebih.
5. Olahraga dengan cara yang keliru
Kita berpikir jika kardio merupakan latihan yang bisa membakar lemak di perut kita.
Memang, benar jika latihan seperti berlari dan bersepeda bisa membantu membakar lemak.
Tapi mungkin tidak tepat jika kita hanya mengandalkan semua olahraga tersebut.
Latihan seperti HIIT atau pelatihan yang menantang mungkin lebih efektif karena akan memberikan efek afterburn.
Ini akan kita dapatkan dengan kerja keras setiap sesi latihan.
Bahkan latihan ini juga bisa meningkatkan metabolisme selama berjam-jam setelah selesai melakukan latihan.
Juga termasuk latihan kekuatan yang menargetkan otot perut. (*)
Artikel ini sudah tayang di laman Nova.grid.id pada tanggal 9 Mei 2018 pukul 17:17 WIB, dengan judul "Duh, Sudah Diet tapi Masih Gagal? Mungkin 7 Hal Ini Penyebabnya"