0

Begadang Semalaman Berisiko Terkena Diabetes, Ini Penjelasannya

Penulis: Intan Hafrida
Begadang Semalaman Berisiko Terkena Diabetes, Ini Penjelasannya

TRIBUNJUALBELI.COM - Bisa tidur dan istirahat yang cukup adalah kebutuhan setiap orang.

Tidur yang cukup merupakan salah satu pola hidup sehat.

Sekitar sepertiga hidup manusia setiap harinya seharusnya dihabiskan untuk tidur.

Tidur memang memiliki peran penting dalam mewujudkan misi hidup sehat.

Sayangnya tidak semua orang bisa menikmati waktu tidurnya dengan baik.

Padahal jika seseorang kurang tidur, hal itu memiliki efek yang kurang baik untuk kesehatan dan sama dengan memakan makanan tak sehat selama 6 bulan.

Dilansir dari details.com pada Selasa (17/4/2018), Para peneliti dari Cerdars-Sinai Medical Center di Los Angeles, CA membuktikan bahwa efek kurang tidur dengan pilihan makanan tinggi lemak terhadap sensitivitas insulin dalam tubuh.

Saat sensivitas insulin rendah, maka tubuh akan memompa insulin ke dalam darah yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, para peneliti mengukur sensitivitas insulin dalam dua kelompok anjing jantan.

Satu kelompok anjing dianalisa setelah mengonsumsi makanan tak sehat yang tinggi lemak selama 6 bulan.


 

Kelompok lainnya dianalisa setelah tak tidur selama satu malam.

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan adanya penurunan sensitivitas insulin sebesar 33 persen pada anjing yang tak tidur semalaman.

Sedangkan anjing yang mengonsumsi makanan tinggi lemak selama 6 bulan sensivitas insulinnya berkurang hingga 21 persen.

Artinya, kurang tidur selama semalaman akan meningkatkan risiko terkena diabetes ketimbang makan makanan tinggi lemak selama 6 bulan.

"Studi kami menunjukkan bahwa satu malam kurang tidur dapat merugikan sensitivitas insulin layaknya mengonsumsi makanan tinggi lemak," kata Dr Josiane Broussard.

Jadi penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tidur yang cukup merupakan hal yang penting untuk mengurangi risiko penyakit obesits dan diabetes.

Dr Caroline M. Apovian, juru bicara The Obesitas Society menanggapi, "Sangat penting bagi para praktisi kesehatan untuk menekankan pentingnya tidur yang cukup kepada pasien mereka.

Banyak pasien memahami pentingnya diet seimbang, tetapi mereka belum memiliki pandangan yang jelas tentang bagaimana pola tidur bisa sangat mempengaruhi keseimbangan dalam tubuh."

Waktu yang dibutuhkan seseorang untuk tidur cukup setiap harinya adalah 8 jam.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)