0

Jangan Hanya Jadi Orang Pintar, Jadilah Manusia yang Bijaksana, Begini Caranya

Penulis: Intan Hafrida
Jangan Hanya Jadi Orang Pintar, Jadilah Manusia yang Bijaksana, Begini Caranya

TRIBUNJUALBELI.COM - Menilai seberapa pintarnya seseorang bisa dinilai dari banyaknya prestasi yang ia dapatkan, namun apa yang kamu pertimbangkan untuk menilai seberapa bijaksana seseorang?

Sebenarnya apa arti kebijaksanaan itu?

Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk membuat penilaian dan pilihan yang tepat berdasarkan pengalaman.

Menurut buku From Smart to Wise, kebijaksanaanlah yang menjadi pembeda antara pemimpin besar dan anggota lainnya.

Jadi? apa yang dibutuhkan untuk menjadi bijaksana?

Dalam sebuah studi penelitian psikolog Paul Baltes dan Ursula Staudinger, sekelompok jurnalis menominasikan tokoh masyarakat yang menonjol sebagai orang bijak.

Lalu melakukan perbandingan antara kelompok tersebut dengan kelompok kontrol profesional yang sukses namun tidak dinominasikan sebagai orang bijak.

Dilansir dari psychologytoday.com , cara ini bisa membuatmu menjadi seorang yang lebih bijaksana.

1. Orang bijak tidak menunggu sampai lebih tua atau lebih pintar

Ternyata banyaknya pengalaman hidup tidak berhubungan dengan kualitas pengalaman yang didapat.


 

Menurut data yang di dapat, Kebijaksanaan muncul bukan dari pengalaman yang didapatkan, melainkan pemikiran serius tentang pelajaran yang didapat dari pengalaman tersebut.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kecerdasan hanya menyumbang sekitar 2% varian dalam membentuk kebijaksanaan.

2. Tidak melihat dunia dalam hitam dan putih saja

Bayangkan jika kamu bertemu seorang gadis berusia 15 tahun yang berencana akan menikah minggu ini.

Apa yang akan kamu katakan?

Seorang yang kurang bijaksana akan mengatakan : "Gadis 15 tahun akan menikah? Tidak, menikah pada usia 15 tahun sama sekali salah. Kita harus mengatakan pada gadis itu bahwa pernikahan itu tidak mungkin dilakukan"

Sedangkan seorang bijak akan menimbang banyak perspektif. seperti, "Rata-rata pernikahan untuk anak perempuan berusia 15 tahun bukanlah hal yang baik. Tapi, ada situasi dimana keadaan khusu dilibatkan. Mungkin gadis itu baru saja kehilangan orang tuanya, atau memiliki budaya lain."

Dalam hal ini, orang bijak akan mampu memegang dua gagasan yang bertentangan secara diametral di kepala mereka.

Mendamaikan situasi yang dihadapi.


 

3. Menjadi penyeimbang untuk kebaikan bersama

Orang-orang yang tidak memperhatikan kepentingan orang lain atau bahkan menggagalkan kepentingan tersebut, jelas tidak dianggap bijak.

Bukan berarti seorang yang bijak harus mengorbankan dirinya sendiri, tetapi orang bijak akan menemukan cara untuk menguntungkan orang lain yang juga memajukan tujuan mereka sendiri.

4. Memahami, bukan menilai

Banyak sebagian orang seperti menjadi juri untuk orang lain.

Memberikan penilaian atas tidakan orang lain lalu memasukan ke dalam kategori yang baik dan yang buruk.

Orang bijak akan menolak memberikan penilaian, mereka akan memahami terlebih dahulu.

5. Tak lebih bahagia

Pada sebuah penelitian menemukan bahwa orang bijak tidak lebih bahagia dari orang sebayanya.

Mereka tidak memiliki emosi yang positif, karena kebijaksanaan membutuhkan refleksi diri dan pandangan jangka panjang.


 

Namun, ada keuntungan psikologis yang jelas dari kebijaksanaan yaitu perasaan tujuan hidup yang lebih kuat.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)