TRIBUNJUALBELI.COM - Beberapa waktu lalu publik sempat dihebohkan dengan kasus ikan makarel kaleng yang bercacing.
Kasus tersebut bermula dari sebuah video penemuan cacing dalam produk kaleng tersebut yang heboh di media sosial.
Video tersebut pun menjadi viral dan meresahkan masyarakat.
Namun, ternyata tak hanya produk ikan makarel kaleng yang memiliki kasus.
Kali ini sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa ikan tuna kaleng mengandung 100 kali lebih banyak besi dari batas aman.
Dilansir dari The Sun pada Kamis (12/4/2018), kandungan besi tersebut ternyata mampu menghancurkan isi perut pada manusia.
Dari manakah kandungan besi dari ikan tuna kaleng berasal?
Kandungan besi ini berasal dari lapisan kaleng yang digunakan sebagai wadah itu sendiri.
Besi merupakan mineral yang biasanya digunakan sebagai lapisan kaleng karena memiliki kualitas anti-mikroba.
Sayangnya jika mineral tersebut termakan makan jelas akan membahayakan sistem pencernaan manusia.
Sebab, mineral ini mengubah kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.
Hal inipun menjadi peringatan yang penting jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Peneliti mengatakan, hal ini berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Jumlah kandungan besi yang terdapat pada ikan tuna kaleng ini ditemukan para peneliti dari Binghamton University, Amerika Serikat setelah melakukan serangkaian pengamatan pada jagung manis, ikan tuna, asparagus, dan ayam kalengan.
Pemilihan jenis makanan ini karena secara alami memiliki kandungan zinc yang rendah.
Selain itu, makanan-makanan ini biasanya dikemas menggunakan mineral sehingga membuat penghitungan penyerapan zinc dari kaleng lebih mudah dihitung.
"Ditemukan bahwa zinc yang ada dalam satu porsi makanan ini kira-kira seratus lebih tinggi dari batas aman," ungkap Profesor Gretchen Mahler
Profesor Mahler ini juga menemukan partikel-partikel besi ini dapat mengendap di saluran pencernaan.
"Kami menemukan nanopartikel zinc oksida (ZnO) pada dosis yang relevan dengan apa yang biasa kamu makan pada sebuah makanan dalam sehari bisa mengubah cara ususmu menyerap nutrisi atau gen sel usus dan ekspresi protein," ujarnya.
Profesor Mahler juga memperingatkan bahwa mineral ini bisa menyebabkan peradangan dan membuat saluran pencernaan lebih permeabel dan penetrabel.
"Peningkatan permeabilitas usus bukan hal yang baik," katanya.
"Itu berarti senyawa yang seharusnya tidak melewati aliran darah mungkin bisa (masuk dalam aliran darah)," jelasnya.
Sebenarnya, kandungan zinc juga sering kita jumpai pada makanan biasa.
Misalnya pada daging, kerang, susu, keju, roti, hingga sereal.
Hanya saja, kandungan zinc pada makanan kaleng ini mengandung nanopertikel yang berpotensi membahayakan tubuh dan kesehatan.
(TribunJualBeli.com/IntanHafrida)