0

Penting! Begini Cara Mengetahui Akun Facebook yang Datanya Dicuri

Penulis: Intan Hafrida
Penting! Begini Cara Mengetahui Akun Facebook yang Datanya Dicuri

TRIBUNJUALBELI.COM - Lebih dari 87 juta data pengguna Facebook dibobol oleh firma riset analis Cambridge Anlytica.

Diketahui, firma ini adalah konsultan politik yang dipakai Donald Trump semasa kampanye Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Meskipun Cambridge Anlytica menyasar pada pengguna Facebook di Amerika Serikat, nyatanya pengguna Facebook Indonesia juga ikut kecolongan.

Dilansir dari Newsroom Facebook pada Rabu (11/4/2018), ada sekitar 1.096.666 data pengguna Facebook Indonesia yang dicuri Cambridge Anlytica.

Lalu, bagaimana mengetahui apakah data akun kita dicuri atau tidak?

Sebuah notifikasi akan muncul di atas newsfeed facebook pengguna lengkap dengan tombol baru untuk mengubah pengaturan privasi per tanggal 9 April 2018.

Informasi tersebut akan muncul di akun pengguna yang terdeteksi datanya telah dicuri oleh Cambridge Anlytica, ataupun tidak.

Akun yang terdampak kecurian data, akan mendapatkan notifikasi yang memunculkan tombol "See How You're Affected".

Tombol tersebut kemudian harus ditekan untuk mendapatkan informasi berikutnya.

Jika akun Facebook mu aman, tombol lain bertajuk "Go To Apps and Website" akan muncul di halaman.\


 

Tampilan notifikasi pun aan berbeda-beda bagi setiap pengguna.

Perhatikanlah gambar berikut ini.

Akun yang datanya dicuri, notifikasinya bisa dilihat dari gambar sebelah kanan.

Sedangkan untuk akun yang aman dari Cambridge Anlytica, Facebook akan menampilkan notifikasi seperti gambar di sebelah kiri.

Fitur ini juga berfungsi untuk menunjukkan kepada pengguna aplikasi mana saja yang mereka pakai dan informasi pribadi seperti apa yang diakses oleh aplikasi-aplikasi tersebut.

Selain itu, Facebook juga menjelaskan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa.

Intinya, pengguna diharapkan untuk membatasi akses data melalui API (application programming interface) untuk digunakan di aplikasi lain seperti Instagram maupun pihak ketiga lainnya.

Facebook juga mengubah mekanisme fitur pencarian akun dengan mengetik nomor telepon atau alamat email melalui layar login.

Sebab, hal tersebut dinilai sering disalahgunakan dan bisa membahayakan data pengguna.


 

Misalnya, orang lain yang berkedok pura-pura lupa password lalu si pemilik akun tiba-tiba mendapat SMS berisi kode reset password.

Setelah setahun, Riwayat telepon juga akan rutin dihapus untuk orang-orang yang ada di kontak pengguna melalui aplikasi Messenger atau Facebook Lite di Android.

Server Facebook juga hanya akan menerima data yang memang dibutuhkan untuk menjalankan fitur ini saja, tidak termasuk informasi detil seperti waktu panggilan.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)