0

Ibu Hamil, Sebaiknya Hindari Makanan Ini

Penulis: Intan Hafrida
Ibu Hamil, Sebaiknya Hindari Makanan Ini

TRIBUNJUALBELI.COM - Ibu hamil membutuhkan gizi yang lebih besar dibandingkan dengan wanita biasanya.

Sebab, Ibu hamil memerlukan asupan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya.

Dokterpun sering menyarankan para ibu hamil untuk menambah asupan gizi sesuai jumlah yang dianjurkan.

Satu di antara asupan gizi yang sangat diperlukan adalah karbohidrat.

Karbohidrat inipun terdiri dari dua kelompok, yaitu karbohidrat kompleks dan simplek.

Dilansir dari meetdoctor.com pada Senin (9/4/2018), Untuk ibu hamil sendiri, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat komplek.

Karbohidrat komplek apabila dikonsumsi tidak langsung diserap.

Melainkan akan dicerna terlebih dahulu untuk menjadi komponen yang lebih kecil agar diserap tubuh.

Selain itu, karbohidrat kompleks juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mengonsumsi karbohidrat kompleks juga akan m,engkatkan asupan serat.


Asupan serat tersebut berguna untuk mencegah konstipati atau sembelit selama masa kehamilan.

Jenis makanan yang termasuk karbohidrat kompleks antara lain nasi, kentang, mei, roti, jagung, tepung gandum utuh (whole wheat).

Sebaliknya, karbohidrat simplek sangat mudah dicerna tubuh dan cepat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Contoh jenis makanan ini adalah gula.

Gula merupakan zat pemanis pada makanan yang digemari banyak orang.

Makanan di sekitar kita pun banyak yang mengandung gula di dalamnya.

Lalu, bagaimana bila ibu hamil mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gula?

Pakar mengatakan bahwa ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi banyak gula.

Sebab, gula akan diserap dan menuju sirkulasi darah dengan cepat.

Bila kadar gula darah dalam tubuh terlalu tinggi, maka tubuh akan mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan kadar gula darah.


Jika keadaan ini terus berlanjut, ibu hamil terancam memiliki risiko penyakit diabetes gestasional atau diabetes dalam kehamilan.

Selain itu jika ibu hamil mengonsumsi gula yang berlebihan juga dapat menyebabkan bayi berukuran besar/makrosomia.

Bayi besar nantinya dapat menyebabkan komplikasi dalam persalinan dan meningkatkan risiko penyakit metabolik di masa kanak-kanak.

Penyakit metabolikadalah penyakit medis yang berkaitan dengan produksi energi di dalam sel manusia.

Mengatasi hal ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula pada pangan olahan dan pangan siap saji.

Pemerintah mengimbau konsumsi gula per orang tidak lebih dari empat sendok makan (50 g) per hari.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)