TRIBUNJUALBELI.COM - Ada yang berbeda dari penampilan Tina Toon.
Selain perubahan bentuk badan, bagian gigi mantan penyanyi cilik itu terlihat berbeda.
Dalam foto yang diunggahnya beberapa waktu lalu, gigi Tina Toon terlihat lebih putih dan kinclong.
Tak ada keterangan lebih jelas perawatan apa yang telah dilakukannya.
Namun dari postiangan itu, banyak warganet yang berasumsi jika Tina Toon melakukan perawatan gigi.
Hal itu terlihat dari bentuk giginya yang tampak sempurna.
Tak seperti gigi kelinci yang identik dengan diri Tina Toon selama ini.
Beberapa netizen pun menyayangkannya.
"Syg bgt knpa di veneer giginyaaaa, cantikan waktu sblm itu pdhl, gigi asli lbh keliatan imuttt," komentar warganet.
Terkait hal itu, veneer gigi memang merupakan salah satu jenis perawatan gigi.
Tren memutihkan gigi dengan veneer ini memang banyak dilakukan oleh para pesohor.
Veneer gigi meledak sejak beberapa tahun terakhir ini dan sekarang masih banyak penyukanya.
Dulu, teknologi veneer ini hanya bisa dilakukan di luar negeri seperti Amerika Serikat.
Namun sekarang di Indonesia juga sudah bisa.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan tenaga dokter ahli yang memiliki laboratorium khusus perawatan gigi, memungkinkan sekali veneer bisa dilakukan di Indonesia.
Kebanyakan penyuka veneer ini memang dari kalangan selebriti.
Tujuannya tak lain adalah untuk menunjang penampilan mereka sebagai penghibur yang menuntut harus selalu tampil cantik dan ganteng.
Tarifnya pun beragam dan biasanya mahal.
Satu gigi bisa mencapai jutaan rupiah.
Kalau ingin hasil yang lebih bagus lagi bisa memilih yang bertarif Rp 9 juta atau Rp 10 juta per gigi.
Tak dipungkiri jika veneer ini pasti ada sisi positif dan negatifnya.
Secara estetika memang bagus, namun bagaimanakah tinjauannya secara medis?
Dokter gigi di Banjarmasin, drg Rosihan Anwar, mengatakan memutihkan gigi berarti membuat gigi tampak putih.
Padahal, pada dasarnya warna email gigi adalah putih kuning.
Memutihkannya bisa dengan metode veneer.
Veneer sama dengan bleeching atau membersihkan gigi menggunakan asam Efsa.
Penggunaan Efsa harus diawasi karena lama kelamaan bisa membuat gigi berlubang dan ngilu.
Untuk veneer biasanya memakai asam untuk merekatkan lapisannya ke gigi.
“Penggunaan asam sebenarnya tidak boleh kalau terlalu sering karena bisa menyebabkan iritasi gusi,
jaringannya mati dan pucat, sakit, posisi gusi turun, lalu akar gigi terbuka yang bisa menyebabkan linu.
Kalau memakai veneer harus rutin memeriksakan gigi ke dokter,” kata Rosihan Anwar yang dilansir dari Tribunnews.com.
Gimana tertarik melakukan veneer gigi?
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)