TRIBUNJUALBELI.COM - Bisa dikatakan, berbagai permasalahan pada rahim perempuan diakibatkan karena dominasi estrogen atau tingkat estrogen yang melebihi normal.
Berbagai efek samping bisa terjadi dari mulai gejala ringan hingga berat.
Gejala ringan seperti perubahan suasana hati, sakit saat menstruasi, nyeri payudara, kenaikan berat badan, kembung, sakit kepala.
Selain itu, gejala berat yang bisa saja terjadi antara lain insomnia, fibroid, sindrom ovarium polikistik, dan kista ovarium.
Beberapa produk diketahui bisa memicu estrogen berlebih ini.
Faktor-faktor ini disebut xenoestrogen, yakni 'estrogen asing' yang meniru fungsi estrogen alami kita.
Ketika xenoestrogen memasuki tubuh, zat tersebut menempelkan diri pada reseptor sel, mengambil alih fungsi estrogen alami untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangan.
1. Produk yang mengandung paraben
Senyawa kimia paraben atau fenoksiethanol banyak digunakan oleh industri kosmetik dan farmasi sebagai pengawet.
Biasanya zat tersebut terdapat pada sampo, lotion, sabun, pasta gigi, dan berbagai produk lainnya.
Xenoestrogens ini memasuki kulit langsung ke jaringan tanpa melewati hati untuk detoksifikasi.
Jadi zat ini bisa 10 kali lebih kuat terserap tubuh.
Mulai sekarang sebaiknya cermat dalam melihat komposisi kosmetik yang digunakan ya untuk menghindari efek negatif jangka panjangnya.
2. Daging dan produk susu
Sebetulnya bukan daging produk susunya yang berbahaya untuk dikonsumsi.
Produk daging dan olahan susu bisa menjadi berbahaya saat daging hewan yang dikonsumsi sudah terkontaminasi hormon pertumbuhan yang abnormal.
Memang kita tidak bisa mengetahui secara pasti, apalagi saat daging sudah dihidangkan atau produk susu yang sudah dipasarkan.
3. Penambah rasa dan pewarna buatan
Moms, rasanya memang makanan tanpa penambah rasa bisa jadi kurang sedap disantap.
Namun, sebaiknya berbagai jenis pengawet tersebut sebaiknya dihindari untuk kesehatan rahim, khususnya.
4. Makanan kaleng dan plastik BPA
Hindari makanan kaleng karena biasanya dilapisi dengan lapisan plastik yang mengandung bisphenol-A (BPA) yakni sebuah xenoestrogen.
Selain itu, sering kali juga kita menggunakan botol plastik yang tidak tercantuk BPA free.
5. Produk yang mengandung residu insektisida atau pestisida
Berbagai produk yang terkontaminasi insektisida dan pestisida juga dapat memiliki efek estrogenik.
Produk ini bisa termasuk biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, dan polong-polongan, hingga sayuran.
6. Produk haid sekali pakai
Saat haid, sebaiknya hindari pembalut yang berbahan dioxin, klorin, pewangi, lilin, surfaktan, rayon.
Dioxin telah diketahui dapat meningkatkan risiko kanker, masalah reproduksi dan perkembangan, penyakit jantung, dan diabetes.