TRIBUNJUALBELI.COM - Saat ini banyak orang yang menginginkan untuk memiliki berat badan ideal, terutama bagi wanita.
Beberapa jenis diet pun rela dilakukan untuk menurunkan berat badan secara efektif dan cepat.
Dilansir dari Women's Health pada Selasa (3/4/2018), Satu di antara jenis diet yang kini sedang populer adalah diet Thonon.
Bahkan diet ini kerap dilakukan oleh kalangan artis Hollywood.
Melalui diet ini, orang yang menjalaninya bisa membabas lemak mencapai 5 kilogram dalam waktu dua minggu saja.
Seperti diketahui sebelumnya, diet Thonon ini merupakan diet yang mengutamakan pola makan tinggi protein.
Pola makan ini dilakukan selama 14 hari (2 minggu) sebagai cara menurunkan berat badan dengan cepat hingga 5 kilogram.
Saat melakukan diet Thonon, seseorang diharuskan untuk memotong aupan kalori hingga 50 persen setiap harinya.
Jadi, jika asupan kalori yang biasanya 1.200 perhari, menjadi 600-800 kalori per hari.
Pada intinya, pada diet Thonon ini kamu tak harus mengurangi jadwal makan.
Selama 14 hari kamu masih bisa 3 kali makan dalam sehari.
Hanya saja mengurangi kalori dan menggantinya dengan makanan yang tinggi protein.
Setelah 14 hari melakukan diet ini, pelaku diet Thonon disarankan untuk melakukan proses diet berikutnya yaitu tahap stabilisasi.
Pada tahap stabilisasi ini, pelaku diet dimaksudkan untuk mencegah berat badan kembali seperti semula.
Tahap ini berlangsung selama satu minggu untuk setiap penurunan satu kilogram berat badan.
Lalu, amankah diet Thonon bagi tubuh?
Beberapa pihak mendukung metode ini dan menganggap bahwa diet Thonon adalah solusi terbaik untyuk menurunkan berat badan.
Namun, pihak lainnya masih ragu dengan diet protein ini.
Seorang ahli gizi di Healthy to The Core New York City, Samantha Rogoli mengatakan bahwa secara teori menu makanan yang monoton aka sulit dilakukan dalam jangka panjang.
Mungkin pelaku diet Thonon ini akan menurunkan berat badan di awal program dietnya, tapi bukanlah hal yang mudah untuk mempertahankan berat badan tersebut.
Apabila pelakunya tidak bisa mempertahankan pola makan barunya, diet Thonon akan sulit dijaga dalam jangka panjang sehingga pada akhirnya berat badan akan kembali seperti sedia kala.
Selain itu diet Thonon juga dianggap tidak sehat karena hanya mengandalkan asupan protein tapi rendah kalori.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pola makan tinggi protein dan serat membuat seseorang cenderung mengalami sembelit meski berat badan dapat turun dalam waktu cepat.
Rogoli menyarankan, jika ingin menurunkan berat badan cobalah melakukan cara yang sehat.
Misalnya dengan meningkatkan aktivitas fisik dan mengganti makanan olahan dengan makanan yang memiliki kandungan gizi beragam.
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)