0

Para Ilmuwan Akhirnya Menemukan Obat yang Paling Efektif untuk Kanker

Penulis: Intan Hafrida
Para Ilmuwan Akhirnya Menemukan Obat yang Paling Efektif untuk Kanker

TRIBUNJUALBELI.COM - Kanker saat ini menjadi penyakit yang mematikan yang sulit diobati.

Penyakit ini diakibatkan oleh pertumbuhan tidak normal dari sel sel jaringan tubuh yang berfungsi menjadi sel-sel yang justru berbahaya.

Dalam penyebarannya, sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Hal inilah yang menyebabkan kematian.

Dalam penanggulangannya, para ilmuwan terus berupaya mengembangkan obat baru untuk mengatasinya.

Dilansir dari The Times of India pada Selasa (3/4/2018), Obat kanker terbaru yang dikembangkan baru-baru ini menargetkan gen fusi (gen penyusup).

Obat kanker tersebut bernama Larotrectinib.

Para ilmuwan pun menyebutkan bahwa dalam pengujian obat ini, keefektifannya mencapai 93 persen pada pasien anak.

Berbeda dari obat kanker biasanya yang menargetkan organ atau lokasi tertentu pada kanker, Larotrectinib ini langsung menargetkan gen pada jenis kankernya.

Oleh sebab itu, Larotrectinib dinilai sebagai obat kanker pertama untuk pasien dengan fusi spesifik dua gen dalam sel kanker tanpa peduli jenis kankernya.


 

Saat ini Larotrectinib dijadikan sebagai terobosan oleh Badan Obat dan Makanan AS (FDA).

"Dalam beberapa jenis kanker, bagian dari gen TRK telah menjadi melekat pada gen lain, yang disebut dengan fusi," ungkap Ted Laetsch, asisten profesor di University of Texas Southwestern Medical Center dikutip dari The Times of India.

Dalam laporan yang juga dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Oncology, para peneliti juga menyebutkan bahwa obat ini menargetkan fusi TRK.

Fusi TRK ini merupakan gen yang ada pada banyak jenis kanker.

Fusi ini kebanyakan terjadi pada beberapa kanker anak yang langka seperti fibrosarkoma infantil, nefroma mesoblastik kongenital seluler, hingga kanker tiroid papiler.

Sayangnya fusi TRK ini hanya terjadi pada sebagian kecil penderita kanker dewasa.

"Setiap pasien dengan tumor padat fusi TRK positif dirawat hingga mengalami penyusutan pada penelitian ini.

Tingkat respons hampir universal yang terlihat dengan larotrektinib ini belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap Laetsch.

Melihat hasil yang baik pada penderita kanker anak-anak, para peneliti pun kini sedang melakukan uji coba pada penderita kanker dewasa.


 

Pada percobaan kedua yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine ini, menunjukkan tingkat respon mencapai 75 persen.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)