TRIBUNJUALBELI.COM - Istri kedua Opick baru saja meninggal pada Senin (19/2/2018).
Wulan Mayangsari menghembuskan nafas terakhir usai melahirkan.
Sang putra juga telah pergi mendahului saat masih dalam kandungan.
Anak pertama Opick dengan istri keduanya itu meninggal saat masih berusia 8 bulan dalam kandungan.
Di samping makam istrinya di TPU Semper, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018), Opick mengungkap kondisi Wulan sebelum meninggal.
"Dalam keadaan sakit, akhirnya dia melahirkan dengan normal.
Usia bayinya delapan bulan, tapi bayinya meninggal dulu dalam perut.
Masuk di ICU kemudian dia keluar lagi, masuk lagi, sakit lagi," kata Opick yang dilansir dari Kompas.com.
Opick tak menceritakan secara detail penyebab meninggalnya sang istri.
Secara garis besar, Wulan meninggal dua bulan usai melahirkan.
Sebenarnya ada beberapa penyebab terjadinya kompilsai saat kehamilan dan persalinan.
Untuk itu, bagi ibu hamil tak ada salahnya untuk mengetahu penyebab hal itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan Dr dr Ali Sungkar, SpOG yang dilansir dari Kompas.com menjelaskan ada 4 faktor penyebab yang bisa mempengaruhi tingginya risiko terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan.
1. Riwayat medis dan pembedahan
Riwayat medis atau kesehatan yang dimiliki ibu sangat berpengaruh pada janin selama hamil.
Beberapa penyakit yang dialami ibu selama hamil seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, asma, kejang, sampai diabetes, akan sangat memengaruhi perkembangan janin selama kehamilan dan proses persalinan.
Penyakit-penyakit tersebut akan berpotensi menyebabkan pertumbuhan janin abnormal, prematur, BBLR (berat bayi lahir rendah), sampai kematian.
Sedangkan riwayat pembedahan yang berisiko meningkatkan komplikasi kehamilan adalah jika ibu pernah mengalami bedah caesar.
Proses pembedahan yang pernah dialami akan berpengaruh pada proses persalinan selanjutnya.
2. Riwayat obstetri
Riwayat obstetri bisa disebut riwayat komplikasi kelahiran.
Beberapa masalah yang pernah dialami saat melahirkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi.
Komplikasi itu antara lain adanya perbedaan Rh (rhesus) ibu dan janin, Rh sensitif, pernah mengalami perdarahan hebat, dan melahirkan prematur.
Selain itu, masalah yang berhubungan dengan plasenta seperti plasenta previa (jalan lahir tertutup plasenta), atau solustio plasentae (seluruh atau sebagian plasenta lepas) yang pernah dialami juga akan memengaruhi proses persalinan dan kehamilan selanjutnya.
3. Riwayat ginekologi
Riwayat ginekologi bisa menyebabkan komplikasi dalam kehamilan dan persalinan ibu hamil.
Bumil yang pernah memiliki riwayat kasus kehamilan ektopik (kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim), kemungkinan besar akan kembali mengalaminya pada kehamilan selanjutnya.
Cedera tuba (cedera pada tuba falopi, atau saluran telur) akan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.
Selain itu, riwayat ginekologi yang memengaruhi terjadinya komplikasi adalah adanya kejadian inkompetensia serviks (ketidakmampuan serviks untuk mempertahankan kehamilan), dan uterine anomalies (dinding rahim rusak), sehingga meningkatkan risiko keguguran.
4. Umur
Usia 35 tahun ke atas merupakan usia rawan untuk hamil.
Hamil pada usia ini akan memengaruhi tingginya morbiditas (terjadi penyakit atau komplikasi) dan juga mortalitas (kematian janin).
Risiko komplikasi pada ibu hamil akan meningkat drastis karena dipengaruhi faktor kesehatan, obesitas, dan perdarahan sang ibu.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)