0

Kenali 4 Gejala Penyakit Langka yang Dideritanya Stephen Hawking Hingga Tutup Usia

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Kenali 4 Gejala Penyakit Langka yang Dideritanya Stephen Hawking Hingga Tutup Usia

TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka datang dari dunia sains.

Seorang fisikawan terkemuka, Stephen Hawking dikabarkan telah tutup usia.

Kabar duka itu pun dibenarkan oleh pihak keluarga.

"Kami sangat sedih karena ayah tercinta kami telah meninggal dunia hari ini," ungkap Lucy, Robert, dan Tim, anak-anak Hawking, dikutip dari Sky News, Rabu (14/3/2018).

Stephen Hawking meninggal dunia pada usia 76 tahun.

Diketahui Stephen Hawking juga mengidap penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

ALS adalah penyakit langka yang hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkannya.

Yang mengejutkan, Stephen Hawking mengidap ALS pada usia 21 tahun.

ALS sendiri merupakan penyakit langka yang biasanya menyerang saat usia senja.

Namun di usia yang baru 21 tahun, Stephen Hawking telah mengidapnya.


Hebatnya, Stephen Hawking juga bisa bertahan hidup hingga lebih dari 50 tahun.

Saat pertama didiagonisis, Stephen Hawking diprediksikan hanya akan hidup selama 2 tahun.

Namun keajaiban terjadi pada diri Stephen Hawking.

Dengan penuh rasa optimis, Stephen Hawking bertahan hingga usia 76 tahun.

Perawatan intensif dan maksimal yang dapatkan Stephen Hawking juga memperpanjang usianya.

ASL sendiri merupakan penyakit degeneratif yang menyerang saraf hingga menimbulkan kelemahan pada saraf motorik.

Penyakit ini mempunyai gejala yang khas yaitu kelemahan pada otot.

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang muncul ketika menderita ASL.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut 4 gejalanya.


1. Kram pada otot

Kram pada otot serta berkedut pada lengan, bahu dan lidah menjadi ciri adanya penyakit ALS.

Penyakit ini juga punya progresivitis yang cepat.

ASL juga dikenal sebagi penyakit Lou Gehrig.

Lou Gehrig merupakan nama seorang atlet baseball ternama yang juga mengidap ASL pada tahun 1930-an.

2. Kelemahan pada tungkai

ASL menyerang saraf motorik yang dapat menimbulkan kelemahan pada tungkai.

Kelemahan terjadi pada salah satu tungkai.

Kelemahan otot juga dirasakan pada salah satu tungkai tangan atau kaki.

Awalnya kelemahan saraf hanya mempengaruhi otot motorik, namun pada tahap akhir bisa merambat ke atas.


3. Sering menjatuhkan barang

Terlihat sepele, kebiasaan sering menjatuhkan barang ternyata juga jadi tanda ASL.

Hal itu disebabkan karena kelemahan otot.

Tak hanya menjatuhkan barang, merasa gampang lelah pada lengan dan kaki serta mengalami kesulitan bicara juga jadi tanda ASL.

4. Sulit menelan

Jika kelemahan otot sudah menyerang bagian atas, maka penderita ASL akan mengalami kesulitan untuk menggerakkan kepala, berbicara, bahkan menelan.

Jika gejala sudah seperti itu, dibutuhkan fisioterapi secara rutin untuk meningkatan kualitas hidup meski belum ditemukan obat untuk menyembuhkan ASL.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)