0

Kisah Hari Darmawan Pendiri Matahari yang Membangun Taman Wisata Untuk Misi Mulia

Penulis: Hanggara Hendrayana
Kisah Hari Darmawan Pendiri Matahari yang Membangun Taman Wisata Untuk Misi Mulia

TRIBUNJUALBELI.COM - Hari Darmawan pendiri ritel Matahari meninggal pada Sabtu (10/3/2018).

Kabar tersebut dibenarkan oleh humas Taman Wisata Matahari salah satu bisnis miliki Hari Darmawan.

"Iya betul beliau meninggal tadi pagi," kata humas TWM, Teja Purwadi yang dilansir dari Tribun Bogor.

Hari Darmawan merupakan seorang pengusaha sukses di Indonesia.

Terlahir dari keluarga pengusaha di Makassar, Hari Darmawan.

Sempat hidup kecukupan, bisnis keluarganya bangkrut di tahun 50an.

Karena hal inilah Ia tumbuh menjadi pemuda yang ulet, jujur dan telaten.

Setelah lulus SMA, pemilik nama asli Tan Tjan Hok ini memilih merantau ke Jakarta.

Dari kota inilah karier bisnis Hari bermula.

Awalnya Ia membeli toko serba ada milik sang mertua.


 Setelah toko tersebut berkembang pesat, suami Anna Janti ini membeli toko serba ada terbesar di Pasar Baru waktu itu yang bernama "Toko De Zon"

Nama toko tersebut berasal dari bahasa Belanda yang berarti Matahari dalam bahasa Indonesia.

Lalu Hari mengganti nama toko tersebut menjadi Matahari.

Toko Matahari ini lalu berkembang pesat menjadi bisnis ritel.

Sejak tahun 1980-an Matahari membuka cabang hampir di semua kota di Indonesia.

Hingga kini Matahari masih eksis di dunia ritel di tengah kepungan toko-toko online.

Selain terkenal sebagai pendiri Matahari, Hari Darmawan juga merupakan sosok yang gemar berbagi.

Salah satunya adalah dengan mendirikan Taman Wisata Matahari yang berada di kawasan Puncak Bogor.

Taman Wisata Matahari dibangun pada tahun 2007 datas lahan seluas 16,5 hektar.

Dalam membangun tempat ini, Hari Darmawan tidak menggunakan jasa konsultan, arsitek dan kontraktor besar.


Ia lebih melibatkan warga sekitar untuk membangun ekonomi di daerah tersebut.

Dilansir dari situs Tamanwisatamatahari.id, tempat ini dibangun untuk menyediakan tempat wisata dengan harga yang terjangkau.

Hari Darmawan ingin orang-orang berpenghasilan rendah turut merasakan kebahagiaan di Taman Wisata Matahari.

Taman ini Ia bangun untuk mewujudkan filosi hidupunya yang mulia yaitu SEMOS (senang melihat orang lain senang dan susah melihat orang lain susah).

(Tamanwisatamatahari.id)

Untuk masuk ke Taman Wisata Matahari pengunjung cukup merogoh kocek Rp 20.000 untuk weekday dan Rp. 25.000 untuk weekend.

Kini luas Taman Wisata Matahari TWM sudah berkembang menjadi 40 hektar dengan wisata pegunungan, wisata air dan dilengkapi fasilitas penginapan, Hotel Matahari, restoran, taman bermain anak-anak serta lebih dari 44 wahana permainan. (*)