TRIBUNJUALBELI.COM - Artis cantik Dinda Kirana baru saja mengalami musibah.
Dinda mengalami patah tulang kaki tepat diatas mata kaki.
Cedera itu didapat saat Dinda sedang berlatih skateboard.
Untungnya cedera parah Dinda bisa diatasi dengan baik.
Walaupun termasuk cedera parah, penanganan yang baik bisa membuat cedera seperti patah tulang bisa cepat sembuh.
Salah satu yang menentukan dalam penanganan cedera patah tulang adalah pertolongan pertama.
Jika pertolongan pertama dilakukan dengan sembarangan, cedera patah tulang bisa semakin bertambah parah.
Pun sebaliknya, jika ditangani dengan baik, cedera tersebut akan cepat teratasi.
Dilansir dari Tribunnews.com (18/11/2015), berikut ini tahapan pertolongan pertama pada korban cedera patah tulang.
1. Jangan Panik
Ketika ada korban cedera patah tulang jangan ikutan panik.
Panik justru membuat kita susah berpikir jernih.
"Hal pertama, jangan panik."
"Jika kita panik, kita jadi tidak berpikir," kata dr.Wahyuni Dian Purwati, SpEM, Head of Emergency Departement Siloam Hospital Kebun Jeruk Jakarta.
2. Lihat Ciri-ciri Patah Tulang
Pastikan korban benar-benar mengalami patah tulang.
Ciri-ciri patah tulang adalah bengkak atau lebam di atas tulang, perubahan bentuk dari anggota tubuh yang cedera, rasa nyeri setempat yang semakin hebat bila lokasi itu digerakkan, atau tulang patah yang menonjol keluar dari kulit.
3. Stabilkan Kondisi Korban
Untk menstabilkan korban adalah dengan memasang splak dari kayu dengan membungkusnya dengan kain kasa atau kain lain pada bagian yang cedera.
Tujuannya agar tulang yang patah tidak bergerak.
Jika ada tulang yang menonjol jangan mencoba membetulkannya karena justru akan memperparah keadaan.
Untuk cedera leher dan tulang punggung, memerlukan tindakan penanganan khusus.
Jika tidak tersedia bantuan medis, sementara orang yang cedera harus diangkat, carilah beberapa orang untuk membantu.
Pindahkan secara perlahan.
4. Bawa ke Rumah Sakit atau Panggil Tim Medis
Jika korban sudah distabilkan dengan splak, langsung dibawa ke rumah sakit.
Jika tak ada transportasi atau terlalu riskan, sebaiknya panggil tim medis. (*)