TRIBUNJUALBELI.COM - Tak murah untuk melakukan perawatan gigi.
Sekali datang ke dokter gigi biasanya cukup memakan biaya yang tak sedikit.
Seperti untuk membersihkan karang gigi misalnya.
Gigi yang ditumbuhi karang bisa memicu berbagai macam gangguan pada gigi dan mulut.
Mulai dari gigi berlubang hingga gangguan bau mulut.
Tentu hal itu membuat tak nyaman bagi siapapun dan mengharuskanmu ke dokter gigi.
Namun jika tak ingin biaya membengkak saat ke dokter gigi, ada cara alami untuk bersihkan karang gigi.
Dirangkum dari Healthy Life Vision, berikut cara alami membersihkan karang gigi.
Garam dapur
Gunakan garam dapur sebagai pengganti pasta gigi.
Setelah menyikat secara keseluruhan, kumurlah dengan air.
Untuk hasil maksimal lakukan cara tersebut 2-3 kali dalam seminggu.
Tentu untuk mendapatkan garam dapur, sangatlah mudah bukan?
Biji wijen
Biji wijen dipercaya mampu membersihkan karang gigi lho.
Caranya cukup mudah.
Kamu hanya perlu mengunyah hingga merasakan tekstur yang agak halus.
Namun biji yang sudah dikunyah jangan ditelan.
Setelah itu, sikatlah gigi secara berlahan dengan sikat gigi kering.
Proses menyikat gigi itu membuat pecahan biji wijen bergesekan dengan karang gigi.
Dengan cara itu, gesekan yang terjadi dapat mengikis karang gigi.
Kedua cara di atas mudah bukan?
Selamat mencoba!
Tak Banyak yang Tahu, 7 Kesalahan Saat Menyikat Gigi Ini Masih Sering Dilakukan
TRIBUNJUALBELI.COM - Gigi merupakan salah satu organ manusia yang punya fungsi penting.
Gigi berfungsi sebagai alat kunyah.
Namun fungsi penting itu kerap tak disadari.
Banyak orang tak begitu menjaga kebersihan dan kesehatannya.
Satu hal yang kerap diabaikan adalah soal cara menyikat gigi.
Beberapa orang masih tak mempedulikan kesalahan-kesalahan saat menyikat gigi.
1. Tidak menggunakan sikat gigi yang tepat
Jika lebih jeli ada berbagai ukuran sikat gigi ada banyak ragamnya.
Jika harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar.
Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat memegang garpu saat makan.
Semakin nyaman sikat gigi, makin sering menggunakannya dengan benar.
2. Kurang sering atau kurang lama
Selama ini kita disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari.
Namun menurut para dokter tersebut, tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik.
Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut.
Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit.
Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.
3. Menyikat gigi terlalu keras atau terlalu sering
Seperti disebutkan, menyikat gigi 3 kali dalam sehari memang ideal.
Namun, jika terlalu sering, bisa jadi kompulsif.
Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi.
Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi).
Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit.
4. Selalu memulai pada titik yang sama
Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi.
Namun dijelaskan, mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya tidak menjadi 'malas' untuk membersihkan titik yang lainnya.
Jika memulai di titik yang sama, anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir.
5. Melewatkan bagian dalam gigi
Kebanyakan orang ternyata sering kali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah.
Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat.
Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.
6. Membiarkan sikat gigi dalam keadaan basah
Sudah diketahui bahwa bakteri senang hidup dalam kondisi lembab.
Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri.
Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja.
Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering.
Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.
7. Tidak mengganti sikat gigi cukup sering
Dokter gigi merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian.
Atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak.
Ketimbang mematok waktu, perhatikan sikat gigi.
Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna.
Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti.
Atau ketika menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segeralah ganti.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)