TRIBUNJUALBELI.COM - Pada Mei tahun lalu, artis peran Joanna Alexandra, melahirkan anak keempatnya yang diberi nama Ziona Eden Alexandra.
Ziona harus mendapat penanganan khusus karena organ tubuhnya belum berkembang sempurna.
Dilansir dari Tribunnews.com, semenjak dilahirkan, Ziona harus menggunakan selang yang terpasang di hidungnya.
Selang tersebut digunakan sebagai alat bantu nafas juga bermanfaat untuk membantunya minum ASI.
Selain itu, Ziona harus menggunakan gips hingga berusia dua bulan.
Setelah gips dilepas, Ziona memakai sepatu khusus untuk memperbaiki beberapa kelainan pada tulangnya.
Kondisi memprihatinkan Ziona ini selain karena penyakit gangguan pernafasan, juga karena displasia yang dideritanya.
Displasia merujuk kepada pembentukan dan perkembangan sel secara tak wajar seperti dilansir dari laman Hellosehat.
Displasia seringkali disebut sebagai awal mula dari pertumbuhan kanker.
Pada displasia, jaringan atau sel kanker diketahui belum menyebar atau meluas ke organ maupun jaringan lain.
Seperti kita ketahui, displasia adalah suatu perkembangan sel yang dianggap tidak normal.
Tentunya hal ini pun tak terjadi begitu saja, ada sejumlah faktor yang dapat mendukung suatu sel/jaringan untuk mengalami displasia.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang perlu dikenali:
1. Faktor keturunan atau genetika
Ketika misalnya orang tua memiliki riwayat kanker, maka sang anak pun akan memiliki risiko lebih besar dalam menderita kanker yang sama.
Ini karena dari kondisi tubuh orang tua, jaringan tubuh anak pun menurun dari orang tuanya sehingga tingkat kerentanan terkena displasia pun juga makin tinggi.
2. Kurangnya hormon
Tubuh kekurangan sejumlah jenis hormon yang bertugas sebagai pengatur keseimbangan fungsi pada tubuh manusia.
3. Infeksi Kronis
Keadaan peradangan atau infeksi yang sudah berada pada tahap kronis.
4. Logam berat.
5. Radikal bebas
Faktor ini bisa terjadi dari makanan-makanan cepat saji (junk food), polusi udara, dan asap rokok (tak hanya perokok aktif tapi juga perokok pasif karena ada bahaya menelan asap rokok).
6. Bahan radiokatif dan radiasi
Contohnya: radiasi ultraviolet dan radiasi sinar rontgen.
7. Zat kimia
Adanya bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. (contoh paling umum: pengawet makanan).
Gejala dan Pengobatan Displasia
Kalau biasanya pada suatu kondisi tertentu ada penyebab dan ada tanda-tanda atau gejala, maka pada displasia ini tak ada gejala sama sekali.
Hal ini karena displasia sendiri memerlukan pengamatan laboratorium pada tingkat jaringan yang masih terbilang baru.
Biasanya, untuk mengetahui kondisi displasia pada seseorang diperlukan metode pengamatan secara mikroskopis agar didapatkan hasil yang jelas.
Gejala tak dirasakan pada umumnya oleh orang-orang pada tingkat individu.
Maka dari itu, banyak kasus di mana kemudian displasia berkembang menjadi kanker karena tak terdeteksi, barulah setelah berkembang menjadi kanker, gejala pun timbul.
Memang cukup sulit untuk mendeteksi adanya displasia karena displasia sendiri tak menyebabkan gejala apapun.
Hanya saja, pengecekan kesehatan secara rutin adalah cara terbaik agar mampu menjumpai ada tidaknya calon kanker ini.
Pengenalan risiko adalah hal yang paling penting ketika memulai proses pendeteksian dini.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada baiknya seseorang mengetahui apakah di keluarganya memiliki riwayat kanker, terutama pada orang tua.
Riwayat paparan zat kimia atau radioaktif pun juga penting untuk diketahui agar bisa mendeteksi secara lebih mudah.
Kondisi Terkini Ziona
Pada kasus Ziona, berkat usaha pantang menyerah dari Joanna dan sang suami, kondisi putri keempatnya tersebut berangsur membaik.
Kondisi putri kecilnya yang semakin membaik pun ia bagikan di akun instagram pribadi miliknya @joannaalexandra.
Bahkan dalam waktu dekat ini, selang yang menempel di hidungnya bisa segera dilepas. (*)