zoom-in lihat foto Jangan Sampai Dilupakan, Ada 4 Faktor yang Sangat Mempengaruhi Seorang Bayi Terlahir Cacat. Ibu Hamil Wajib Tahu
Ilustrasi (Toronto Star)

TRIBUNJUALBELI.COM - Hamil dan mendapatkan momongan merupakan hal yang banyak idamkan oleh wanita ketika telah menikah.

Kelahiran seorang bayi adalah momen yang paling ditunggu-tunggu dan diharapkan bayi yang terlahir ke dunia mempunyai kondisi sehat tanpa kekurangan suatu apapun.

Namun sayangnya, setiap wanita yang hamil memiliki resiko kemungkinan melahirkan bayi dengan kondisi cacat.

Bahkan kondisi cacatnya bayi di dalam kandungan bisa terjadi sebelum wanita mengetahui bahwa ia memang positif berbadan dua.

Untuk mencegah hal yang sedemikian rupa, sangat disarankan untuk para wanita menjalani pola hidup sehat jauh-jauh hari sebelum melangsungkan hari pernikahan.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuat sang anak di dalam kandungan dapat terlahir dengan keadaan sehat.

Dilansir TribunJualBeli.com dari situs Health Me Up, ini langkah wajib para calon orang tua untuk meminimalisir resiko kondisi bayi yang cacat.

1. Vaksinasi

Pemberian sejumlah vaksin tertentu memang dikeromendasikan saat wanita memasuki masa kehamilan.

Vaksin tersebut dapat memproteksi sang ibu dari infeksi virus atau penyakit lainnya yang dapat mengakibatkan cacatnya kelahiran bayi.

2 dari 3 halaman

Dapat dipastikan bahwa ibu yang sudah tervaksinasi dengan baik bisa memiliki bayi sehat.


2. Jangan mengkonsumsi alkohol

Tahukah Anda jika kandungan alkohol yang masuk ke dalam tubuh wanita hamil akan diteruskan ke tubuh bayi melalui tali pusar?

Tidak ada toleransi satu jenis pun minuman beralkohol yang boleh dikonsumsi oleh wanita hamil.

Zat alkohol dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan sang jabang bayi yang sedang dikandung.

3. Rutin konsumsi asam folat

Asam folat mempunyai manfaat untuk mencegah kerusakan pada otak dan sumsum tulang belakang.

Selain itu, resiko cacat seperti bibir sumbing dan cacat jantung juga bisa diturunkan dengan rutin mengkonsumsi sumber makanan yang kaya akan asam folat.

Kandungan zat berguna ini mudah didapatkan pada sayuran yang berwarna hijau, sereal dan kacang-kacangan.

4. Tidak merokok

3 dari 3 halaman

Tidak menghentikan kebiasaan merokok saat hamil berpotensi besar menyebabkan kondisi prematur ketika bayi terlahir.

Tak hanya perokok aktif yang harus menanggung akibat seperti itu, perokok pasif pun juga memiliki resiko yang sama.

Setelah menerapkan keempat tips di atas, hal yang tak kalah penting untuk dilakukan wanita adalah rutin memeriksakan kandungan.

Pemeriksaan yang intensif bertujuan untuk memantau secara maksimal kondisi dan perkembangan bayi dan dapat mendeteksi lebih dini apabila terjadi suatu kelainan. (*)

Selanjutnya