zoom-in lihat foto Jelang Gerhana Bulan Langka Malam Ini, Simak 5 Fakta Dibalik Fenomena Super Blue Blood Moon di Indonesia, Nomor Terakhir Mengerikan
Ilustrasi | David Avocado Wolfe

TRIBUNJUALBELI.COM - Pada Rabu (31/01/2018) malam ini, akan terjadi Gerhana Bulan langka di langit Bumi.

Jika cuaca cerah, kalian bakal melihat penampakan Bulan yang jauh berbeda dari biasanya.

Penampakan tersebut adalah bagian dari fenomena alam yang disebut "Super Blue Blood Moon"

Apa yang menyebabkan Gerhana Bulan bernama Super Blue Blood Moon tersebut langka?

Berikut adalah lima faktanya dikutip dari beberapa sumber.

1. Fenomena Langka

Super Blue Blood Moon ini termasuk langka karena terakhir kali terjadi sekitar 152 tahun lalu lalu.

Dikutip dari BBC.com, Super Blue Blood Moon pernah terjadi pada 31 Maret 1866 serta saat itu bisa dilihat dari Amerika Serikat dan Amerika Utara.

2. Punya Nama yang Rumit

Gerhana Bulan yang terjadi kali ini menggabungkan tiga fenomena alam sekaligus sehingga disebut sebagai Super Blue Blood Moon.

2 dari 4 halaman

Fenomena pertama adalah Supermoon, dimana Bulan masih berada di titik terdekatnya dengan Bumi.
Hal ini akan membuat Bulan menjadi tampak lebih besar dan bercahaya dibanding biasanya.

Fenomena kedua adalah Bluemoon, dimana julukan 'blue moon' diberikan bagi purnama yang muncul kedua kalinya di bulan Januari ini.


Fenomena selanjutnya adalah Gerhana Bulan total, yang sering disebut Blood Moon, sebab saat Gerhana Total, Bulan tampak berwarna merah darah karena cahayanya ditapis sedemikian rupa oleh atmosfer Bumi.

3. Bisa Diamati di Seluruh Wilayah Indonesia

Menurut LAPAN, Super Blue Blood Moon di Indonesia akan dimulai pada pukul 18:48 WIB dan mencapai puncaknya pada 20:30 WIB.

Gerhana diperkirakan berlangsung sekitar empat jam.

Fenomena ini bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia, dan sebagian besar permukaan bumi.

Masyarakat di Pulau Jawa bagian timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Papua dan sekitarnya bisa menyaksikan seluruh tahapan gerhana; sementara sisanya hanya melihat fase total dan parsial saja.

Sedangkan mereka yang berada di Amerika Selatan dan Afrika tidak bisa melihatnya sama sekali.

4. Cara Melihat Super Blue Blood Moon

3 dari 4 halaman

Fenomena ini ternyata bisa diamati dengan mata telanjang.

Hal ini karena Bulan akan terlihat berwarna merah dan lebih besar dari biasanya.

Dilansir dari laman BBC, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menerangkan, mula-mula hanya sisi timur dari bulan purnama akan kelihatan; kemudian Bulan tampak penuh pada fase total sekitar pukul 19:52 WIB sampai 21:08 WIB.


Proses gerhana berakhir dengan lepasnya purnama dari bayangan Bumi pada pukul 22:11 WIB.

5. Dampak Super Blue Blood Moon pada Bumi

Fenomena yang terjadi malam ini akan punya dampak jauh lebih kuat terhadap Bumi.

Gravitasi bulan dan matahari memengaruhi pasang air laut.

Ketika terjadi gerhana bulan, dimana posisi Bumi berada di tengah matahari dan bulan serta ditambah jarak bulan yang sangat dekat dengan bumi, pasang air laut akan mencapai titik maksimum.

Dampak ini dapat dirasakan di daerah pantai yang landai, seperti di beberapa daerah di pantai utara Jawa.

Bahkan jika terjadi cuaca buruk di laut dan menimbulkan gelombang tinggi, banjir rob akan melimpas semakin jauh ke daratan.

4 dari 4 halaman

Dampak lainnya jika terjadi banjir akibat hujan lebat di daratan, banjir akan lama surutnya karena dampak pasang maksimum. (*)

Selanjutnya