zoom-in lihat foto Waspadai! Beberapa Pulau di Indonesia Ini Akan Terkena Fenomena Alam Angin Kencang pada Siang dan Malam Hari
Waspadai! Beberapa Pulau di Indonesia Ini Akan Terkena Fenomena Alam Angin Kencang pada Siang dan Malam Hari

TRIBUNJUALBELI.COM - Beberapa hari yang ini angin kencang berhembus di sejumlah tempat.

Fenomena alam ini dapat dirasakan di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Hembusan angin kencang pun tak mengenal waktu, ada yang siang hari dan malam hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menjelaskan, kecepatan angin yang cukup tinggi dipicu oleh besarnya selisih tekanan udara antara dataran Asia dan Australia.

Udara akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

Kepala Hubungan Masyarakat BMKG, Hary Tirto Djatmiko, berkata bahwa tekanan udara permukaan laut yang terjadi di dataran tinggi Siberia sekitar 1030-1034 hektopascal, sedangkan tekanan udara di Australia mencapai 998 hektopascal.

Perbedaan 36 hektopascal tersebut cukup signifikan untuk memicu pergerakan massa udara Asia ke wilayah Indonesia.

Hal itu juga diperkuat dengan posisi tekanan terendah wilayah Australia yang berada di selatan NTT, tanpa disertai kemunculan daerah siklonik di selatan Banten.

Akibatnya, pergerakan angin dari Laut China Selatan menuju Bangka Belitung semakin kuat dan berbelok ke arah barat akibat rotasi bumi.

Selain itu, posisi gerak semu tahunan matahari juga turut berpengaruh.


2 dari 4 halaman

 Saat ini gerak semu tahunan matahari berada di selatan ekuator.

"Bumi bagian selatan ekuator menjadi lebih panas dan tekanannya relatif lebih rendah dibandingkan bagian utara ekuator," kata Hary melalui keterangan tertulis, Jumat (26/1/2018).

Unik! Selama 350 Tahun, Pulau Ini Selalu Berganti Negara Tiap 6 Bulan Sekali

TRIBUNJUALBELI.COM - Orang berganti kewarganegaraan mungkin terlihat wajar.

Tapi ada sebuah pulau yang berganti negara.

Selama 350 tahun pulau kecil ini selalu berganti negara.

Pulau seluas 3.000 meter ini bernama Faisans.

Pulau Faisans terletak di Hendaye, sebuah kota di sebelah barat daya Perancis, di tepi kanan sungai Bidasoa, yang menandai perbatasan dengan Irun, Spanyol.

Pulau yang punya pemandangan indah ini punya sejarah yang panjang.


Pulau ini menjadi tempat perang antara Spanyol dan Perancis ratusan tahun yang lalu.

(BBC)
(BBC)
3 dari 4 halaman


Hingga akhirnya pada tahun 1659 kedua negara memutuskan bernegosiasi untuk mengakhiri perang.

Spanyol dan Perancis akhirnya sepakat berdamai dengan menandatangani Perjanjian Pinera.

Perjanjian kedua negara diikat dalam sebuah pernikahan kerajaan antara raja Perancis Louis XIV dan putri dari raja Spanyol Philip IV.

Pulau Faisans akhirnya dijadikan tempat teritiorial yang netral.

Teritorial itu menjadi wilayah pertukaran dan batas demarkasi.

Dalam waktu 6 bulan sekali, pulau tersebut akan berganti negara.

Dari 1 Februari sampai 31 Juli pulau tersebut jadi milik Spanyol.

Lalu 6 bulan berikutnya Pulau Faisans jadi wilayah hukum Prancis.


Sayangnya pulau ini terus menerus mengalami penyusutan.

Hingga kini pulau tersebut hanya berukuran setengah dari ukuran aslinya. 

4 dari 4 halaman

(Hanggara N.Hendrayana/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya