zoom-in lihat foto Tak Banyak yang Menyadari, Inilah Hari 'Spesial' yang Selalu Jadi Pilihan Presiden Joko Widodo
(kompas.com)

TRIBUNJUALBELI.COM - Menjabat sebagai Presiden RI sejak 2014, Joko Widodo tercatat sudah empat kali melakukan perombakan kabinet (reshuffle).

Hari ini (17/1) Presiden Jokowi melantik empat pejabat negara di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Keempat pejabat yang dilantik yaitu Idrus Marham sebagai Menteri Sosial, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Marsda TNI Yuyu Sutisna.

Dua pejabat yang dilantik pagi ini merupakan kader Partai yaitu Idrus Marham dan Agum Gumelar.

Idrus Marham dilantik sebagai Mensos berdasarkan Keppres Nomor 10/P Tahun 2018.

Sementara Moeldoko sebagai KSP berdasarkan Keppres Nomor 11/ Tahun 2018.

Kemudian, Agum Gumelar dilantik sebagai Wantimpres berdasarkan Keppres Nomor 12/P Tahun 2018 dan Marsda Yuyu berdasarkan Keppres Nomor 2/TNI Tahun 2018.

Acara pelantikan berjalan lancar dengan ditandai pengambilan sumpah yang dilanjut dengan menandatangani berita acara pelantikan.

Terselenggara dengan lancar, ternyata agenda reshuffle yang digelar Presiden Joko Widodo itu ternyata mempunyai keunikan.

Reshuffle pertama dilakukan Rabu, 12 Agustus 2015, perombakan kedua terjadi 27 Juli 2016 dan reshuffle keempat 17 Januari 2018.


2 dari 4 halaman

Reshuffle ketiga, Senin, 15 Agustus 2016 dilakukan dengan memberhentikan dengan hormat Arcandra Tahar setelah 20 hari menjabat.

Selain perombakan ketiga tersebut, semua tanggal tersebut jatuh hari Rabu Pon.

Hitungan weton, saat perombakan Kabinet Kerja itu sama dengan weton kelahiran Jokowi, yakni Rabu Pon.

Weton merupakan penghitungan tanggal lahir berdasarkan 7 hari kalender Islam dan 5 hari pasaran Jawa.

Weton lazim digunakan untuk menggambarkan karakter atau nasib seseorang.

Presiden Jokowi lahir pada Rabu, 21 Juni 1961.

Berdasarkan penanggalan Jawa, Jokowi lahir dengan Neptu masing-masing 7.

Neptu merupakan besaran angka atau nilai hari dan pasaran menurut penanggalan Jawa untuk menentukan hari pelaksanaan hajat dan perhitungan baik atau buruknya.

Merujuk kitab primbon, orang yang lahir pada weton Rabu Pon penuh keberuntungan, sangat berhati-hati mengambil keputusan, dan memiliki keterampilan sosial tinggi.

3 dari 4 halaman

Sebelum reshuffle keempat yang digelar hari ini, dua dari tiga acara perombokan kabinet sebelumnya ternyata juga digelar pada hari Rabu.


Uniknya, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dari awal kepemimpinan juga sepakat menjadikan Rabu sebagai hari khusus untuk Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Kerja 2014-2019.

Kala itu, wakil presiden membeberkan alasan kenapa Rabu menjadi hari pilihan.

Menurut Kalla, Sidang Kabinet Paripurna setiap Rabu semula diusulkan diadakan hanya pada setiap awal dan akhir bulan.

Tujuannya, mengevaluasi dan merencanakan program-program besar pemerintahan Jokowi-JK secara berkala di awal dan akhir bulan.

Menurutnya tak ada alasan tersendiri untuk memilih Rabu sebagai hari 'penting'.

Selain acara kenengaraan, ternyata Jokowi juga menikahkan putrinya, Kahiyang Ayu pada hari Rabu.

Pernikahan Kahiyang-Bobby Nasution ini digelar 8 November 2017, tapi masuk Rabu Pahing menurut penanggalan Jawa.

Menurut penjelasan Tenaga Teknis Permuseuman Bidang Pernaskahan di Museum Radya Pustaka Solo, Jateng, Totok Yasmiran, berdasarkan pitungan Jawa atau perhitungan Jawa, Rabu Pahing 8 November berwatak Lakuning Banyu, Wasesa Segara.

4 dari 4 halaman

"Artinya, berdasarkan tanggal pernikahannya, Kahiyang dan calon suaminya ke depan memilki kehidupan dengan perencanaan yang bagus dan tahu arah rejeki mereka berdua," ujarnya seperti dilansir dari Tribunnews.

Namun dalam pernikahan Kahiyang-Bobby, pihak keluarga yang menjadi panitia acara pernikahan tersebut, memaparkan bahwa hari Rabu terpilih sebagai hari pelaksanaan pernikahan karena alasan biaya.


"Hari Rabu dipilih karena tarif gedungnya murah. Kalau hari Sabtu dan Minggu itu mahal. Rabu dipilih bukan karena alasan khusus atau karena ada perhitungan tertentu dalam tradisi Jawa," ujar Haryanto.

Selain itu, Haryanto juga menuturkan bahwa kondisi gedung di luar hari Rabu sudah penuh dengan pesanan hajatan lainnya.

Namun terkait pemilihan Rabu sebagi hari pelantikan, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menyebut bahwa tidak ada hari spesial dalam menentukan perubahan jabatan menteri.

Sejauh ini, Jokowi sendiri belum pernah memberikan penjelasan terkait hari Rabu yang menjadi favoritnya.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya