zoom-in lihat foto Sebelum Terlambat, Yuk Kenali Gejala dan Bahaya Penyakit yang Merenggut Nyawa Kakak Kandung Dea Imut
(instagram)

TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka baru saja datang dari mantan artis cilik Dea Imut.

Senin (15/1) kakak kandungnya, Rakhy Muhammad Bakry atau Rama telah tutup usia.

Jenzah telah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Pondok Kelapa 2, Jakarta Timur.

Menurut penuturan salah satu anggota keluarga, kakak kandung Dea Imut meninggal karena gangguan hipertensi yang dideritanya.

"Kakaknya Dea itu belakangan baru tahu ada hipertensi. Hipertensi itu sudah pengaruh ke jantungnya," ungkap salah satu anggota keluarga yang dilansir dari Kompas.com.

Sebelum tutup usia Rama disebut tampak stabil dan tak mengeluhkan sakit apapun.

Meski kondisi kesehatannya sempat membaik, nyawa pria 29 tahun itu tak tertolong lagi.

Tekanan darah yang terlampau tinggi membuat Rama sulit bernapas hingga akhirnya tak sadarkan diri dan meninggal dunia.

Pukul 07.20 WIB, kakak kandung Dea Imut itu pergi untuk selamanya.

Perlu diketahui, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah di dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat.


2 dari 4 halaman


Kondisi ini dikenal sebagai "silent killer" atau pembunuh diam-diam karena jarang memiliki gejala yang jelas.

Satu-satunya cara untuk mengetahuinya apakah menderita hipertensi adalah dengan cara mengukur tekanan darah.

Tekanan darah tinggi merupakan suatu tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHg).

Angka 140 mmHg mengacu pada pembacaan sistolik, saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada pembacaan diastolik, saat jantung rileks saat mengisi ruangan dengan darah.

Dilansir dari laman kesehata, bahaya dari penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah sebagai berikut:

1. Sakit kepala

Hipertensi dalam kondisi ringan sampai parah atau tak terkendali, menyebabkan sakit kepala yang luar biasa.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah pada kepala yang akan menyebabkan rasa sakit yang sangat menyiksa.

2. Rasa sakit dibagian dada


3 dari 4 halaman

Hipertensi memiliki dampak buruk pada jantung.

Selain meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi juga bisa mengganggu fungsi jantung, dan akan menimbulkan rasa sakit di dada.

Selain itu penderita juga akan merasakan nafas yang tersenggal-senggal serta mudah kelelahan.

3. Mengakibatkan serangan jantung

Salah satu efek samping yang timbul akibat komplikasi penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah munculnya serangan jantung.

Kadar darah tinggi di pembuluh darah akan menyebabkan kelainan pada jantung, yang akan menyebabkan serangan jantung pada tubuh penderita.

Lebih parah lagi, ini akan menyebabkan gagal jantung dan juga merusak sel jantung.

4. Pembuluh darah arteri

Hipertensi juga bisa mempengaruhi penyakit arterial.

Biasanya penyakit ini menyerang arteri di lengan dan kaki, yang bisa menyebabkan :


4 dari 4 halaman

 - Rasa pegal dan kelelahan saat berjalan
- Meningkatkan jaringan tubuh dan lengan / gangren
- Penyebab kesemutan dan kesemutan di tungkai dan lengan

5. Sindrom metabolik

Hipertensi dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan sindroma metabolik di dalam tubuh penderitanya.

Sindrom metabolik ini adalah sindrom atau sekelompok sindrom yang mengganggu proses metabolisme tubuh.

Gangguan tersebut akan menyebabkan proses metabolisme yang tidak memadai.

6. Adanya gangguan ginjal

Salah satu efek buruk hipertensi, terutama pada hipertensi yang tidak terkontrol adalah munculnya berbagai kelainan ginjal.

Kelainan ginjal yang paling umum adalah gagal ginjal, yang menyebabkan ditandai dengan gejala seperti berikut ini:

- Sulit kencing dan air besar

- Intensitas buang air kecil dan sering besar, tapi
sedikit (sering buang air kecil)


 - Nyeri di perut

- Kehilangan darah saat kencing dan besar

Jika tanda-tanda di atas telah Anda temukan pada diri Anda, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

Lebih baik mencegah daripada mengobati!

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya