zoom-in lihat foto Sering Disepelekan, Tak Memakai Jaket Saat Berkendara Ternyata Bisa Mengakibatkan Hal Bahaya Ini
Sering Disepelekan, Tak Memakai Jaket Saat Berkendara Ternyata Bisa Mengakibatkan Hal Bahaya Ini

TRIBUNJUALBELI.COM - Berkendara menggunakan jaket juga berfungsi melindungi dari penyakit selain untuk tampil kece.

Dokter Spesialis Paru, Agus Dwi Susanto mengatakan orang yang mengendarai motor tanpa jaket berpotensi lebih besar terkena penyakit pada bagian paru-parunya daripada orang yang mengenakan jaket.

"Tanpa menggunakan jaket ini meningkatkan risiko.

Misalnya ada kuman masuk, tapi kemampuan bernafasnya terhambat.

Kemudian, kuman itu mengendap," ujar Agus Dwi Susanto.

Aktivitas pernafasan orang yang tidak mengenakan jaket saat mengendarai motor akan berjalan tidak normal.

Penyebabnya, adanya tekanan udara dari luar bagian dadanya.

Padahal saat menghirup udara terdapat berbagai kuman atau partikel jahat yang ikut terbawa ke dalam paru-paru.

Oleh karena itu udara dan partikel jahat itu harus dikeluarkan, yakni ketika menghembuskan nafas.


2 dari 3 halaman

Dengan kondisi tersebut, maka bagian dada perlu perlindungan seperti menggunakan jaket atau rompi pelindung.

Sehingga aktivitas bernafas tetap berjalan normal ketika berkendara.

Artikel ini pertama kali tayang di GridOto.com dengan judul Ternyata Bahaya Loh Riding Motor Tanpa Jaket, Ini Penjelasannya

Jadi Boncenger Juga Ada Aturannya, Ini yang Harus Dilakukan dan Dilarang Saat Membonceng Sepeda Motor

TRIBUNJUALBELI.COM - Jadi penumpang sepeda motor alias boncenger tidak bisa main asal duduk saja di jok belakang.

Ada aturan mainnya biar aman menurut kaca mata safety riding.

Maraknya penggunaan ojek online membuat masyarakat semakin sering berinteraksi dengan motor.

Jangan melakukan kesalahan ini, yaitu boncenger duduk menjauhi pengendara alias biker.

Hal itu tidak direkomendasikan sebab kerenggangan antara boncenger dan biker mengurangi keseimbangan motor.


3 dari 3 halaman

Keseimbangan merupakan faktor paling krusial saat berkendara motor.

Keduanya berboncengan sepeda motor sesampainya di seberang jalan.(LEXI RAMBADETA)
Dijelaskan Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), dalam teori safety riding, sewaktu berboncengan seharusnya boncenger menghadap ke depan dan bagian dadanya menyender ke punggung biker.

Gunanya buat menyatukan distribusi bobot yang akhirnya memaksimalkan pusat gravitasi dan keseimbangan.

“Lalu bagaimana kalau bukan suami-istri?

Maka pakai kedua lutut bagian dalam untuk menjepit pinggul pengendara, sehingga gerakan pengendara bisa menyatu dengan penumpang.

Karena kalau tidak sesuai bisa berbahaya saat manuver,” ucap Jusri.

Teori itu, lanjut Jusri, bisa disikapi bijak oleh siapapun boncenger yang mau aman berkendara.


Boncenger yang membekap biker dikatakan posisi ideal saat berkendara.

Selanjutnya