zoom-in lihat foto Dikabarkan Meninggal, Ini Fakta Seputar Kehidupan Try Sutrisno yang Ternyata Masih Sehat Walafiat Hingga Sekarang
(blogspot)

TRIBUNJUALBELI.COM - Pagi tadi (Senin, 15/1) publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya Try Sutrisno.

Kabar meninggalnya pria 82 itu pertama beredar dari pesan WhatsApp.

Mengetahui kabar tersebut, Menteri Sekretaris Negara Pratikno langsung memastikannya.

Dari kabar yang diterima dari ajudan Try Sutrisno, Pratikno menyatakan jika berita duka tersebut tidak benar.

"Saya sudah cek ke Ajudan Bapak Try Sutrisno. Jawabnya: Bapak Try Sutrisno sehat-sehat saja. Alhamdulillah," kata Pratikno dilansir dari Kompas.com.

Tak diketahui motif apa yang membuat beredarnya kabar meninggalnya Try Sutrisno.

Yang jelas, melalui ajudannya, Try Sutrisno dikabarkan masih sehat walafiat.

Lalu siapa sebenarnya Try Sutrisno yang dikabarkan meninggal dan jadi top trending di mesin pencarian Google?

Try Sutrisno adalah wakil presiden dibawah kepemimpinan Soeharto.

Nama Soeharto tentu tak asing lagi, pasalnya Jenderal Besar TNI tersebut telah memimpin Indonesia selama puluhan tahun.


2 dari 4 halaman

Pasti orang tua, nenek atau orang terdahulu telah menceritakan 'keganasan' masa kepemimpinan Soeharto.

Namun bagaimana dengan nama Try Sutrisno?

Dibalik kepemimpinan Soeharto, Try Sutrisno sebagai wakil juga mempunyai andil besar.

Namanya memang tak sebesar Soeharto, tapi Try Sutrisno juga layak untuk dikenal kaum milenial sekarang ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta kehidupan Try Sutrisno.

1. Lahir dari keluarga sederhana

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935.

Ia lahir di tengah kelurga yang snagat sederhana.

Ayahnya seorang sopir ambulans, dan ibunya adalah ibu rumah tangga.

3 dari 4 halaman

Keadaan ekonomi keluarganya memburuk saat setelah sang ayah ditugaskan ke Mojokerto.


Keadaan ekonomi yang semakin memburuk membuat Try Sutrisno harus putus sekolah.

Ia kemudia bekerja dengan bedagang rokok dan menjajakan koran.

2. Perjuangan yang berat saat masuk dunia militer

Keinginannya untuk mendaftar menjadi prajurit ABRI sudah dimiliki sejak muda.

Namun melihat kondis keluarganya, Ia selalu mengurungkan niatnya.

Saat tekadnya telah bulat, Try Sutrisno pun memberanikan diri untuk mendaftar sebagai prajurit ABRI.

Namun sayang, usai mendaftar dirinya malah dijadikan kurir obat yang harus diantar kepada para prajurit.

Tak mudah untuk menjadi prajurit, Try Sutrino bahkan beberapa kali gagal dalam pemeriksaan fisik.

4 dari 4 halaman

Namun dengan kegigihannya akhirnya Ia berhasil masuk ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat).

3. Hidup penuh tantangan


Saat resmi masuk ATEKAD, Try Sutrisno harus menjalankan tugas untuk meredam pemberontakan PRRI di Sumatera.

Kesusksesannya di dunia mileter juga mengantarkan Try Sutrisno menjadi Panglima KODAM V/Jaya.

Ia kemudian ditempatkan di Jakarta.

Dengan pangkat baru, lagi-lagi Try Sutrisno harus siap menerima tantangan.

Dirinya kembali ditugasakan untuk meredam pergolakan berdarah di Tanjung Priok pada tahun 1984.

Berbagai cara dilakukan Try Sutrisno, hingga mengharuskannya harus menggunakan senjata untuk meredam amarah warga.

Sayangnya dengan cara tersebut, sebanyak 28 ornag menjadi korban dan dinyatakan meninggal dunia.

Masa itulah menjadi masa terburuk bagi Try Sutrisno.

4. Menjadi Wakil Presiden yang Tak Dianggap

Jabatannya menjadi seorang wakil presiden ternyata tak seenak yang orang lain lihat.


Ia bahkan harus merasakan menjadi wakil presiden yang tak dianggap.

Dalam proses pembentukan kabinet, Soeharto bahkan tak pernah berkonsultasi dengan dirinya.

Tak hanya itu, saat Soeharto harus ke Jerman untuk cek kesehatan, presiden yang menjabat selama 31 tahun itu justru memilih Menteri Sekretaris Negara, Moerdiono, untuk mengemban tugas kepresidenan.

Semua dilakukan Soeharto karena saat Try Sutrisno jadi kandidat mendampinginya, presiden ke 2 RI itu lebih memilih BJ Habibie sebagai wakilnya atau memilih kembali Sudharmono.

Meski ada ketidakcocokan, pada akhirnya Try Sutrisno dipilih Soeharto menjadi wakilnya selama 5 tahun.

5. Tetap peduli dengan pemerintahan meski tak lagi menjabat

Meski tak berada pada lingkaran kekuasaan, Try Sutrisno masih memantau kinerja pemerintahan.

Bagkan pada 2005, bersama Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Wiranto dan Akbar Tanjung dirinya membentuk suatu gerakan untuk mengkritik masa pemerintahan yang menjabat pada mas itu.

Saat itu sikapnya begitu keras, namun usai melakukan pertemuan dengan Jusuf Kalla, Try Sutrisno mulai memahami posisi dan keadaannya.

Saat Jokowi menjabat Presiden, Try Sutrisno bersama rekan-rekanya dilantik sebagai anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.


Dan kabar terakhir, pada malam natal 2017 kemarin, Try Sutrisno berkunjungan ke Gereja Katedral, Jakarta.

Ia menyampaikan jika semangat Natal tak hanya dirasakan oleh umat Kristiani, tapi semua umat beragama.

Dalam kunjungan kunjungan pada Minggu, 24 Desember 2017 malam, Try Sutrisno juga menyatakan jika keberagaman membuat Indonesia semakin indah.

(*)

Selanjutnya