TRIBUNJUALBELI.COM - Belakangan banyak bermunculan aksesori tambahan buat motor matik (skutik), salah satunya jok rotan.
Jok rotan itu biasanya dipasang di bagian dek antara jok depan dengan setang, posisinya di depan pengendara motor matik, sehingga bisa dijadikan tempat duduk oleh anak kecil.
Perangkat tambahan ini kalau dilihat memang bisa membuat anak kecil duduk lebih nyaman.
Akan tetapi, jok rotan itu aman nggak buat penumpang maupun pengendaranya?
Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, mengatakan kalau penggunaan jok berbahan rotan tersebut kurang aman untuk berkendara.
Soalnya bisa mengurangi ruang gerak pengendara dalam mengendalikan motornya.
"Kalau kursi di depan, lebih riskan mengingat dapat mengurangi kemampuan pengendara menjaga keseimbangan ketika bermanuver seperti berbelok," kata Edo Rusyanto dikutip dari Kompas.com, (8/1/2018).
Apalagi Edo juga mengingatkan, prinsip dasar dari mengendarai sepeda motor adalah menjaga kestabilan atau keseimbangan pada roda dua saat melaju di atas aspal.
Kalau ruang gerak pengemudi terganggu dalam menyeimbangkan kendaraan, maka risiko kecelakaan pun semakin besar.
Nah, harus dipikir ulang lagi nih kalau bawa anak kecil pakai kursi rotan.
Nyaman buat si anak, akan tetapi merepotkan pengendaranya, ya bahaya juga itu namanya. (*)
(otomotifnet.gridoto.com)
Berita ini sudah tayang di otomotifnet.gridoto.com pada tanggal 8 Januari 2018 pukul 16:35 WIB, dengan judul "Ternyata Jok Rotan Anak Di Motor Matik Berbahaya, Ini Alasannya"
Jadi Boncenger Juga Ada Aturannya, Ini yang Harus Dilakukan dan Dilarang Saat Membonceng Sepeda Motor
TRIBUNJUALBELI.COM - Jadi penumpang sepeda motor alias boncenger tidak bisa main asal duduk saja di jok belakang.
Ada aturan mainnya biar aman menurut kaca mata safety riding.
Maraknya penggunaan ojek online membuat masyarakat semakin sering berinteraksi dengan motor.
Jangan melakukan kesalahan ini, yaitu boncenger duduk menjauhi pengendara alias biker.
Hal itu tidak direkomendasikan sebab kerenggangan antara boncenger dan biker mengurangi keseimbangan motor.
Keseimbangan merupakan faktor paling krusial saat berkendara motor.
Keduanya berboncengan sepeda motor sesampainya di seberang jalan.(LEXI RAMBADETA)
Dijelaskan Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), dalam teori safety riding, sewaktu berboncengan seharusnya boncenger menghadap ke depan dan bagian dadanya menyender ke punggung biker.
Gunanya buat menyatukan distribusi bobot yang akhirnya memaksimalkan pusat gravitasi dan keseimbangan.
“Lalu bagaimana kalau bukan suami-istri?
Maka pakai kedua lutut bagian dalam untuk menjepit pinggul pengendara, sehingga gerakan pengendara bisa menyatu dengan penumpang.
Karena kalau tidak sesuai bisa berbahaya saat manuver,” ucap Jusri.
Teori itu, lanjut Jusri, bisa disikapi bijak oleh siapapun boncenger yang mau aman berkendara.
Boncenger yang membekap biker dikatakan posisi ideal saat berkendara.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!