zoom-in lihat foto Masih Ingat dengan Bocah Obesitas Bernama Arya Permana? Begini Kabar Terbarunya
Masih Ingat dengan Bocah Obesitas Bernama Arya Permana? Begini Kabar Terbarunya

TRIBUNJUALBELI.COM - Masih ingat Arya Permana, bocahobesitas dengan berat badan 192 kilogram asal Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang?

Kini berat badannya turun menjadi 124 kilogram.

Bahkan, siswa kelas 5 SDN Cipurwasari itu kini bisa bermain sepak bola dan bulu tangkis bersama rekan-rekannya.

Tak hanya itu, Arya sudah kuat berjalan hingga 2 kilometer.

Ditemui Kompas.com, Selasa (9/1/2018) pagi di sekolahnya, Arya tampak sumringah.

Selain badan, muka Arya pun nampak sedikit tirus.

Jalannya pun sudah lebih cepat.

"Sekarang makannya dikurangi dan menghindari makan manis," katanya.

Ia pun mengaku ingin berat badannya turun menjadi 60 kilogram.

Oleh karenanya, kini ia lebih gemar berolahraga dan mengikuti apa yang dokter sarankan.


2 dari 4 halaman

Rupanya berat badan Arya turun setelah menjalani operasi penyempitan lambung di RS Omni Alam Sutera, Tangerang, pada April 2017 lalu.

Lambung Arya hanya disisakan 30 persen dari ukuran semula.

"Jadi sekarang kalau makan nasi 4 sampai 5 suap sudah kenyang.

Berbeda dengan sebelumnya 3 sampai 4 porsi orang dewasa dan makan mi instan 3 sampai 4 bungkus dalam sehari," ujar ayah Arya, Ade Somantri (40).

Ade mengatakan, pola makan Arya benar-benar dijaga, yakni 3 kali dalam sehari.

Ia juga mengonsumsi susu protein sesuai arahan dokter.

Bahkan saat ditawari makanan pun, jika sudah kenyang, Arya justru mengacuhkan.

"Dulu dalam sehari semalam Arya menghabiskan 20 gelas minuman buah.

Satu minggu bekas gelasnya bisa satu karung," katanya.

Jika sudah lulus SD, Ade menyebut Arya ingin melanjutkan sekolah ke SMP N 1 Pangkalan.


3 dari 4 halaman

 Bahkan setiap kali melewati sekolah tersebut, Arya selalu mengulang kenginannya itu.

"Namun ia minta motor besar karena jaraknya dari rumah ke SMPN 1 Pangkalan sekitar 10 kilometer," katanya.

 Artikel ini pertama kali tayang di KOMPAS.com dengan judul Jalani Diet, Bocah Obesitas 192 Kg Kini Sudah Bisa Bermain Bulu Tangkis

Ingin Kurus Tapi Malas Olahraga? Diet Pisang Bisa Jadi Solusi

TRIBUNJUALBELI.COM - Berbagai cara dilakukan seseorang untuk mendapatkan tubuh ideal.

Mulai dari rutin olah raga hingga mengatur pola makan.

Bahkan beberapa orang melakukan diet ketat untuk mewujudkan tubuh impian.

Namun tak sedikit dari mereka yang merasa gagal menjalankan program diet tersebut.

Jangan bersedih, ada salah satu cara yang mungkin bisa dipertimbangkan.

Yaitu dengan melakukan program diet pisang.


4 dari 4 halaman

Apa itu diet pisang?

Dilansir dari laman kesehatan, diet pisang pertama kali diperkenalkan di Jepang.

Kabarnya metode diet tersebut berhasil menurunkan berat badan meski tanpa olah raga.

Diet pisang pertama kali oleh Hitoshi Watanabe dari Tokyo, Jepang.

Metode diet ini langsung populer berkat cerita yang menyebar dari mulut ke mulut, publikasi di internet, televisi, artikel majalah, serta buku yang ditulis Watanabe.

Pada prinsipnya, diet ini sangat sederhana.

Saat sarapan pagi, kita hanya perlu mengonsumsi pisang dan minum air putih hangat.

Di siang dan malam hari, kita boleh makan apa pun, ngemil pun boleh.

Pantangannya hanya satu, jangan makan di atas jam delapan malam dan hindari es krim, produk olahan susu, alkohol, atau dessert setelah makan malam.

Camilan manis boleh disantap tapi hanya di siang hari.


Yang membuat metode diet ini sangat populer adalah tidak dimasukkannya unsur olahraga.

Para pelaku diet hanya disarankan untuk berolahraga bila memang mau dan hanya boleh melakukan olahraga yang tidak membuat stres.

Banyak orang yang mengakui keampuhan metode diet ini, salah satunya penyanyi opera asal Jepang, Kumiko Mori.

Ia mengaku berat badannya turun 6,7 kilogram setelah menerapkan diet pisang ini dalam waktu singkat.

Ada banyak versi yang mencoba menjelaskan mengapa diet pisang ini bisa mengurangi berat badan.

Salah satunya teori yang menyebutkan bahwa pisang mengandung enzim yang bisa mempercepat proses pencernaan dan buang air besar.

Hal itu berpengaruh pada turunnya berat badan.

Memang benar makanan berserat, termasuk pisang, bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih cepat dan seluruh makanan tidak diserap semua, juga kalori.

Namun para ahli berpendapat berkurangnya kalori tidak akan berpengaruh banyak pada penurunan berat badan.

Sementara itu teori lain menyebutkan penyebabnya adalah zat tepung yang membuat perut selalu terasa kenyang dan meningkatkan pembakaran lemak.


Zat tepung ini secara alami bisa kita temukan dalam makanan berkarbohidrat seperti pisang hijau, kentang, biji padi, dan buncis, tapi hanya bila kita makan dalam keadaan dingin.

Zat tepung ini akan membuat pencernaan terjadi di usus kecil dan langsung ke usus besar.

Saat pencernaan lancar, maka apa yang telah dikonsumsi juga akan dengan mudah dicerna dan dikeluarkan dengan baik.

(*)

Selanjutnya