zoom-in lihat foto Cuaca Ekstrim di Indonesia, BMKG Peringatkan Masyarakat di Wilayah Ini Waspadai Dampak Siklon Tropis Irving
Cuaca Ekstrim di Indonesia, BMKG Peringatkan Masyarakat di Wilayah Ini Waspadai Dampak Siklon Tropis Irving

TRIBUNJUALBELI.COM - Setelah siklon Dahlia dan Cempaka, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengeluarkan peringatan dampak Siklon Tropis Irving.

Siklon ini memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan lebat dan gelombang laut hingga 4 meter.

Hujan lebat dapat terjadi di Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan.

Gelombang tinggi hingga 4 meter bisa terjadi di perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia barat Sumatera, perairan selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Banten.

“Peringatan ini dikeluarkan oleh Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) BMKG,” kata Indar Adi Waluyo, Kepala BMKG Gorontalo, di Gorontalo, Sabtu (6/1/2018).

Dalam rilisnya, Siklon Tropis Irving pada pagi tadi berada di sekitar 1470 km barat daya Bengkulu dengan arah gerak barat barat daya, kecepatan 7 knots (13 km/jam).

“Siklon bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan angin maksimum 40 knots  atau 75 km per jam."

"Diprediksi pada besok pagi posisinya terus menjauhi wilayah Indonesia sekitar 2.020 km sebelah barat daya Bengkulu, dengan arah gerak barat daya dengan kecepatan Angin 45 knots  atau 85 km per jam,” kata Indar.


Meski terus menjauhi wilayah Indonesia, Siklon Irving ini memiliki keceatan angin yang terus bertambah.

Diprediksi pada Senin depan kecepatannya mencapai 50 knots atau 95 km per jam. (Kompas.com/Rosyid A Azhar)

2 dari 3 halaman

 Berita ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul BMKG Minta Masyarakat Waspadai Siklon Tropis Irving

Waspada, Inilah Prakiraan Umum Cuaca Indonesia Tahun 2018 Menurut BMKG, Akankah Ada Gempa atau Badai Lagi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprakirakan curah hujan yang tinggi masih akan berlangsung pada awal tahun 2018.

Beberapa bulan di awal tahun diprediksi masih akan terjadi hujan dengan potensi kilat serta angin kencang di beberapa wilayah yang harus diwaspadai.

"Hujan di tahun 2018 mencapai puncaknya di bulan Januari dan Februari, dan akhirnya Maret mulai berkurang," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).

Menurut Dwi, tingginya curah hujan akan berangsung mereda saat mendekati bulan April hingga Mei 2018.

Pada masa kering atau menjelang musim kemarau di pertengahan 2018 mendatang, pemerintah dinilai perlu memerhatikan kawasan yang dinilai rawan terhadap kebakaran hutan, kebun, hingga lahan.

Selain itu, Dwi juga menyebut ada daerah-daerah yang diprediksi curah hujannya akan sangat minim saat musim kemarau mendatang.


Sebelum tiba saatnya, Dwi mengimbau pemangku kepentingan dan pemerintah daerah untuk menyiapkan sejumlah hal agar masyarakat tidak kesulitan saat musim kemarau melanda.

"Daerah yang perlu diwaspadai adalah di Kalimantan Barat. Diperkirakan di sana akan mengalami kondisi yang hujannya signifikan di bawah normal," tutur Dwi.

3 dari 3 halaman

BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca terkini dan memberi masukan serta saran bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menghadapi kondisi tersebut.

Saat ini, pada akhir Desember 2017, cuaca sebagian besar wilayah Indonesia cenderung basah dan turun hujan. (Kompas.com/Andri Donnal Putera)

Selanjutnya