TRIBUNJUALBELI.COM - Belum lama ini terjadi wabah mematikan di Amerika dan Kanada.
Hal itu dipicu dari sayur hijau yang disantap beberapa orang.
Para ahli pangan di Kanda bahkan menyarankan untuk sementara waktu untuk tidak mengonsumsi romaine lettuce.
Berdasarkan laporan Consumer Reports wabah romaine lettuce sudah menginfeksi 58 orang di 13 kedua negara itu.
Dilansir dari laman Foodbeast, The Centers for Disease Control (CDC) melaporan 5 orang harus dirawat di rumah sakit dan 1 orang dilaporkan telah meninggal dunia.
Saat ini para pakar terus melakukan penyelidikan tentang wabah mematikan tersebut.
Badan kesehatan Kanada bahkan telah mengidentifikasi adanya bakteri E. Coli 0157:H7 pada tanaman hijau tersebut.
Sehingga saat dikonsumsi, bakteri itu berkembang di dalam tubuh, hingga dapat menyebabkan kematian.
Bakteri ini bisa sebabkan Hemolytic Uremic Syndrome.
Dilansir dari hallosehat, sindrom uremik hemolitik atau Hemolytic Uremic Syndrome (HUS) adalah gangguan yang biasanya terjadi ketika infeksi pada sistem pencernaan memproduksi zat beracun yang merusak sel-sel darah merah.
Lebih parahnya, bakteri tersebut juga dapat memicu penyakit mengerikan seperti gagal ginjal hingga menyebabkan kematian.
Romaine lettuce merupakan salah satu jenis sayur hijau yang kerap di temui pada salad.
Romaine lettuce termasuk salah satu jenis selada.
Sayuran hijau itu banyak disukai karena teksturnya renyah, memberi sensasi segar, dan juicy.
Lembaran daunnya panjang dan lebih kaku dibanding selada lainnya karena tulang daun yang sedikit tebal.
Belum diketahui pasti seberapa bahaya romaine lettuce yang ada di Indonesia.
Namun di Amerika dan Kanada, para pakar melarang warganya untuk tidak mengonsumsi romaine lettuce dalam beberapa waktu kedepan.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!