TRIBUNJUALBELI.COM - Kini smartphone menjadi salah satu benda yang tak boleh lepas dari genggaman.
Beberapa orang bahkan mengaku resah jika berjauhan dengan salah satu benda elektronik.
Sekalipun saat ponsel harus di charger.
Saat mengisi daya masih ada saja pengguna yang tetap memegang ponselnya.
Entah untuk membalas chat yang masuk, atau bahkan sekedar cek media sosial.
Kebiasan itu tentu telah diketahui bisa menjadi pemicu buruk.
Sebenarnya masih ada banyak hal yang selama ini diabaikan para pengguna ponsel saat mengisi daya baterai.
Jika sudah salah, jangan berharap daya baterai ponsel mu bisa bertahan lama.
Tak usah panik, dilansir dari Cadex (salah stau vendor yang kerap melakukan percobaan pada smartphone) memberi tips jitu untuk merawat baterai ponsel agar tetap awet.
Cara ini pasti terlihat aneh ditelingamu.
Ternyata cara mengisi daya ponsel sedikit demi sedikit tak masalah untuk dilakukan lho.
Kapan pun kamu punya waktu dan kesempatan, kamu bisa langsung mengisi daya baterainya.
2. Jangan tunggu daya baterai kosong
Banyak pengguna ponsel melakukan hal ini.
Mereka beranggapan mau mengisi baterai saat daya kosong.
Padahal bagaimana jika tak punya banyak waktu?
Mengisi daya baterai saat kosong justru berpotensi memperpendek masa pakai baterai lho.
3. Tidak 'ngecas' baterai hingga penuh
Smartphone yang memakai baterai lithium-ion tidak disarankan untuk mengecas hingga penuh.
Hal ini karena tegangan tinggi bisa menekan baterai hingga memperpendek masa pakai baterai.
Namun jika ponsel mu tak memakai baterai seperti di atas, kamu bisa membiarkan ponselmu hingga terisi penuh.
Sebab saat terisi hingga 100 persen, daya baterai yang mengalir akan mati secara otomatis.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)
Siap-siap, Ponsel Android Harga Rp 400.000 Bakal Meluncur Bulan Ini Lho, Ini Bocorannya!
TRIBUNJUALBELI.COM - Tahun lalu, Google memperkenalkan platform Android Go untuk perangkat-perangkat smartphone entry level berbanderol terjangkau.
Kabar terbaru yang beredar di awal 2018 menyebutkan bahwa smartphone Android Go akan mulai bermunculan bulan ini.
Harganya disinyalir bakal dipatok di kisaran 30 dollar AS atau sekitar Rp 400.000.
Debut Android Go kemungkinan bakal dilakukan di India lewat perangkat dari sejumlah vendor lokal, termasuk Micromax, Intex, dan Karbonn, sebagaimana dirangkum KompasTeknodari GSM Arena, Kamis (3/1/2018).
Micromax diperkirakan akan menjadi vendor pertama yang meluncurkan perangkat Android Go pada akhir Januari, sementara vendor lain akan menyusul belakangan .
Ponsel Android Go bakal menjalankan sistem operasi Android Oreo versi khusus.
Sistem operasi ini yang dirancang agar bisa berjalan dengan mulus dengan spesifikasi hardware terbatas.
Aplikasi-aplikasi Google seperti Maps, Chrome, dan PlayStore pun dibuatkan versi khusus, yang berukuran lebih kecil untuk Android Go.
Untuk menekan harga, smartphone Android Go hanya akan dibekali RAM 1 GB dan media penyimpanan 8 GB, tapi sudah memiliki konektivitas 4G LTE.
Dengan harga murah meriah, Android Go diharapkan bisa menarik hati konsumen yang selama ini belum mau beralih dari feature phone karena kendala harga.
Di India, menurut keterangan firma riset pasar IDC, lima dari 10 handset yang terjual memiliki harga di bawah 2.000 rupee (31 dollar AS) sehingga Android Go berpotensi merengkuh sebagian besar konsumen gadget. (Kompas.com/ Oik Yusuf)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!