zoom-in lihat foto Porsi Nasi Padang Lebih Banyak Saat Dibungkus? Ternyata Ini Alasannya
(kolase TribunJualBeli)

TRIBUNJUALBELI.COM - Kamu penggemar nasi padang?

Nasi padang memang merupakan salah satu makanan favorit.

Bahkan nasi padang yang lengkap dengan rendang diklaim menjadi salah satu makanan terenak di dunia bersama nasi goreng dan sate.

Tak heran jika nasi padang begitu digemari banyak orang.

Orang yang sering makan nasi Padang pasti familiar dengan hal yang satu ini.

Rumah makan Padang selalu memberikan porsi nasi lebih banyak kalau dibungkus.

Makan di tempat diberi 1 centong nasi, untuk bungkus diberi 2 centong nasi.

(blogspot)
(blogspot)

Hal ini sebenarnya jadi pertanyaan banyak orang.

Walau terkesan tidak adil, tapi jarang ada pembeli yang protes.


2 dari 4 halaman

Kebiasaan ini pun sudah berlangsung entah dari kapan hingga saat ini di seluruh rumah makan Padang.

Jika ditanya kisahnya, sebenarnya ada cukup banyak versi.

Dirangkum dari berbagai sumber ternyata ini alasannya yang masuk akal kenapa nasi padang saat dibungkus lebih banyak.

Hal ini berkaitan dengan kisah Saudagar Belanda vs Rakyat Jelata

Kisahya dimulai pada zaman Belanda.

Pada masa itu, restoran Padang dipercaya sebagai restoran kaum elite.

Jadi banyak saudagar Indonesia atau orang Belanda yang makan di sana.

Karena itu, rakyat jelata jadi segan untuk makan nasi Padang di tempat.

Padahal restoran Padang pada masa itu sudah punya harga yang murah.

Mengetahui hal itu, pemilik restoran Padang pun berinisiatif memberi porsi nasi lebih kepada rakyat jelata yang membungkus.


3 dari 4 halaman

Tujuannya agar cukup dimakan sampai dua orang mengingat jaman dulu orang pribumi sangat miskin.

Jadi porsi nasi yang dibungkus ini menunjukkan kebaikan hati pemilik restoran Padang pada zaman dulu.

Tak hanya itu, ada juga yang memberikan alasan dengan mengaitkan biaya cuci piring.

Versi kedua terdengar lebih realistis dan bukan lagi tentang sejarah.

Katanya sejak dulu, pemilik restoran Padang sudah memperhitungkan biaya operasional sampai sangat detail.

Untuk makan di tempat, pemilik restoran padang harus mengeluarkan biaya membeli sabun cuci piring sampai membayar gaji karyawan.

Sedangkan jika membungkus mereka tidak butuh mencuci piring dan tidak butuh juga menggaji banyak pelayan di restoran.

Akhirnya, dikurangilah porsi nasi saat makan di tempat untuk menutupi biaya sabun cuci piring dan pelayan tersebut.

Sampai saat ini sebenarnya masih belum ada penelitian yang membuktikan mana kisah yang benar di balik “nasi Padang lebih banyak kalau dibungkus”.

4 dari 4 halaman

Namun kedua kisah di atas bisa jadi informasi tambahan yang membuat berhenti bertanya-tanya setiap kali makan nasi padang.


Nikmati lezatnya kuliner khas Nusantara itu dengan berhenti menyimpan pertanyaan.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya