zoom-in lihat foto Ini Alasan Kenapa Penjualan Mobil Mewah Merosot Tajam di 2017. Kira-kira Tahun Depan Gimana Nih?
ilustrasi | raffi ahmad dan nagita slavina bersama mobil mewah

TRIBUNJUALBELI.COM - Mobil kini menjadi kendaraan yang diincar banyak orang.

Kendaraan roda empat ini dianggap menjadi alat transportasi yang begitu nyaman.

Saat berpergian tak lagi takut untuk kepanasan bahkan kepanasan.

Apalagi kemudahan untuk membeli mobil membuat banyak orang gampang membawa pulang mobil baru.

Bagi mereka yang mempunyai banyak uang tentu tak eman untuk mengoleksi berbagai jenis mobil.

Mulai dari low profil hingga mobil berkelas.

Namun di 2017 ini, penjualan mobil mewah merosot tajam dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan importir mobil mewah, Rudy Salim.

Presiden Direktur Prestige Motorcars itu mengaku, menurunnya jumlah penjualan supercar di 2017 karena penetapan pajak yang sangat tinggi oleh pemerintah.

Ia mencontohkan, pajak Lamborghini Huracan Performante yang baru saja diluncurkan bisa mencapai Rp 7,2 miliar.


2 dari 3 halaman

ilustrasi
ilustrasi

Karena penetapan pajak yang begitu tinggi membuat dirinya kesulitan untuk memasarkan mobil mewah di Indonesia.

Selama 2017, penurunan angka penjualan bahkan mencapai 80%.

Menurutnya, pemerintah seharusnya hanya mematok harga mahal pada pembuatan STNK dan pendapatan tahunan.

Untuk bea masuk mobil mewah seharusnya tak perlu dipatok pajak yang begitu mahal.

Rudy juga menceritakan, dengan tipe mobil yang sama, harga jual mobil di luar negeri cuma berkisar Rp 4-5 miliar.

Sementara untuk di Indonesia, harganya bisa mencapai Rp 16-17 miliar.

Rudy berharap agar pemerintah mendukung kemajuan dalam sektor otomotif.

Sebab menurutnya, kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari jumlah penjualan mobil.

Hmm kira-kira untuk 2018 gimana ya?

3 dari 3 halaman

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya