TRIBUNJUALBELI.COM - Bencana alam yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia cukup membuat banyak orang resah dan ketakutan.
Setelah bencana longsor dan banjir bandang menerjang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kini gempa terjadi di beberapa wilayah.
Jumat (15/12/2017) gempa berpusat di wilayah Sukabumi, Jawa barat.
Guncangan juga dirasakan diberbagai wilayah di Pulau Jawa.
Gempa mengungcang dua kali dengan kekuatan yang berbeda.
Bahkan guncangan yang terjadi juga diprediksikan berpotensi terjadi tsunami.
Namun beberapa saat, menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami akibat gempa Tasikmalaya dengan magnitude 6,9.
Sebelum bencana terjadi, ternyata ada sosok peramal yang berani memprediksikan kondisi Indonesia di akhir tahun.
Di akhir November 2017, Mbah Mijan sempat membuat geger.
Mbah Mijan mengungkapkan penerawangannya tentang keadaan Indonesia di bulan Desember 2017.
Menurutnya, Indonesia akan terkena banyak bencana.
Saat itu, Mbah Mijan menyebutkan syok setelah mimpi melihat banjir bandang, angin besar.
"Saya butuh vitamin, pagi ini saya akhirnya menggigil seperti gak enak badan, Dunia, dunia! Ternyata enggak cuma Indonesia tapi dunia, merata! bencana alam merata diseluruh dunia, Desember 2017 bumi gonjang-ganjing di sini gempa di sana gempa, Wallahu a'lam," ungkap Mbah Mijan.
Setelah itu, Mbah Mijan menyebutkan tanggal 9 Desember sebagai hari yang penuh bencana.
Namun, pada tanggal 9 Desember 2017, tak ada apa-apa.
Hal ini membuat banyak netizen mempertanyakan kemampuan menerawang Mbah Mijan.
Paranormal ini pun heran dengan netizen yang justru mengomentari ramalannya.
Padahal seharusnya bersyukur karena tidak ada bencana yang terjadi.
Kalau dipikir ulang, ramalan Mbah Mijan ini beberapa terjadi.
Mulai dari banjir bandang di Pacitan dan angin besar di berbagai daerah.
Lalu ada gempa besar yang baru terjadi di Pulau Jawa, Jumat (16/12/2017).
Menanggapi ramalannya yang akhirnya didengar banyak orang, Mbah Mijan merasa risih.
Dirinya bukan bangga karena reputasinya semakin meningkat.
Paranormal yang kerap menerawang seleb ini justru menjerit hatinya.
Mbah Mijan merasa sedih melihat bencana dimana-mana.
Dirinya ingin masyarakat bersatu dan berdoa untuk keselamatan Indonesia.
"Stop! Kalian tak usah mencari cuitan-cuitan saya dan berdoa, berdoa, berdoalah saya mohon, mari kita berdoa ramai-ramai, apa kalian kira jika vision yang terlihat kejadian membuatku bangga? Justru sebaliknya sodaraku, hati ini sangat sedih, mari siap-siap basuh muka, ayo bangun!" ungkap Mbah Mijan.
Dicuitan terakhirnya, Mbah Mijan juga meminta Pemerintah Indonesia untuk menggelar dzikir bersama.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)
Wajib Diperhatikan, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum, Saat dan Sesudah Gempa
TRIBUNJUALBELI.COM - Gempa yang terjadi Jumat (15/12/2017) tengah malam terasa begitu kuat dirasakan secara luas di Pulau Jawa.
Gempa mengungcang dua kali dengan kekuatan yang berbeda.
Gempa pertama terjadi pada pukul 23.04 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,5 berpusat di koordinat 7,29 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,69 derajat Bujur Timur (BT) atau 48 km barat daya Sukabumi, Jawa Barat.
Gempa pertama tak berpotensi tsunami.
Lalu gempa kedua terjadi pada pukul 23.47 WIB dengan magnitudo 6,9 di koordinat 7,75 derajat LS dan 108,11 derajat BT pada kedalaman 107 km.
Gempa kedua ini berpotensi tsunami.
Bahkan beberapa warga telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Namun beberapa saat, menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami akibat gempa Tasikmalaya dengan magnitude 6,9.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengimbau warga untuk kembali ke rumah masing-masing karena peringatan tsunami dicabut.
Pihak BMKG juga selalu mengupdate kondisi terkini melalui official akun twitternya @infoBMKG.
Dalam postingannya, BMKG juga memberikan informasi bagi masyarakat untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa terjadi.
Sebelum gempa, lebih baik mengenali apa yang disebut gempa bumi.
Kenali juga tempat tinggal dan tempat di mana Anda bekerja.
Jika berada di gedung, ingat betul dimana letak pintu, tangga darurat yang membantu Anda untuk segera keluar ruangan.
Jangan lupa juga untuk mencatat nomor telpon penting yang dapat dihubungi saat terjadi gempa.
Saat terjadi gempa, berlindunglah di tempat terbuka.
Jika tak memungkinkan untuk keluar dengan cepat, lindungi kepala dan badan dari runtuhan bangunan.
Anda bisa bersembunyi di bawah meja.
Meski di tempat terbuka, perhatikan juga bangunan yang ada di sekitar, terutama bangunan tinggi yang memungkinkan runtuh.
Jika Anda sedang berkendara dan merasakan gempa, segerlah berhenti dan berlindung ke tempat terbuka.
Bagi Anda yang tinggal di kawasan pantai, segera menjauh untuk menghindari terjadinya Tsunami.
Dan jika Anda tinggal di daerah pegunungan, hindari daerah yang memungkin akan terjadi longsor.
Setelah guncangan terhenti, keluarlah dari dalam bangunan dengan tertib.
Sebisa mungkin jangan panik, agar tak terjadi kegentingan pasca gempa yang membuat orang-orang berdesakan untuk keluar.
Jangan gunakan tangga berjalan atau lift saat turun.
Periksa keadaan dan lingkuangan sekitar pasca gempa.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tak terjadi kebocoran gas, konsleting, dan kebocoran pipa air.
Jangan masuk ke bangunan yang sudah terjadi gempa, hal ini karena memungkinkan masih terdapat reruntuhan.
Meski guncangan sudah tak terasa, pihak BMKG tetap menghimbau masyarakat untuk tetap waspada jika terjadi gempa susulan. (*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!