TRIBUNJUALBELI.COM - Semenjak Joko Widodo diangkat jadi Presiden Indonesia periode 2014-2019, kehidupan anggota keluarganya pun ikut menjadi sorotan publik.
Seperti diketahui, pria yang akrab disapa dengan nama Jokowi itu memiliki tiga orang anak, Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep dikenal paling berbeda dibanding kedua kakaknya.
Pria kelahiran Solo, 25 Desember 1994 ini memiliki jiwa humoris tinggi, dan aktif di media sosial, mulai dari twitter, blog, youtube, hingga instagram.
Mengikuti jejak Jokowi dan Gibran, Kaesang pun juga ikut terjun dalam dunia bisnis.
Menjadi seorang pengusaha adalah cara Kaesang untuk menjawab tantangan sang ayah yang ingin agar anak muda berani berkreasi di dunia kewirausahaan.
Seperti kita ketahui, sebelum terjun ke dunia politik, Jokowi adalah seorang pengusaha mebel sukses di Solo yang produknya sudah beredar hingga mancanegara.
Sedangkan sang kakak, Gibran, adalah seorang pengusaha kuliner sukses.
Berawal dari membangun bisnis katering Chilli Pari yang kemudian menjadi one stop wedding solution di Kota Solo.
Setelah sukses di katering, Gibran merambah bisnis Markobar (Martabak Kota Barat) yang akhirnya memiliki 29 cabang di 16 kota yang ada di Indonesia.
Tak mau kalah dari sang ayah dan sang kakak, Kaesang pun semakin berinovasi untuk mengembangkan sayap bisnisnya.
Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini 4 bisnis yang dimiliki oleh Kaesang Pangarep :
1. Sang Javas
Sang Javas diambil dari bahasa Sansekerta.
Sang, kata yang dipakai di depan nama atau julukan, sedangkan Javas berarti cekatan atau cepat.
Produk Sang Javas berupa baju kaos yang bergambar kecebong dan dibanderol Rp 150.000 per potong.
Kecebong di sini sebagai simbol metamorfosa, dari kecebong, menjadi berudu berkaki, kemudian menjadi katak, sebelum akhirnya menjadi katak dewasa.
2. Sang Pisang
Setelah bisnis fashion dengan Sang Javas, Kaesang terjun ke bisnis kuliner dengan produknya Sang Pisang, yaitu pisang nugget dengan berbagai piliihan rasa dan topping.
Sang Pisang dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp 20.000 per kotak.
Tersedia berbagai pilihan rasa seperti chocolate, green tea, vanilla, tiramisu, strawberry, blueberry, avocado dan taro.
Jika ingin menambahkan topping, maka pembeli cukup dikenakan biaya lima ribu rupiah saja untuk satu jenis topping.
3. Hompimpa
HOMPIMPA Games adalah permainan yang bertema edukasi dan bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai kebudayaan.
Hompimpa memiliki 3 games yang sudah dapat dibeli, yaitu : The Art of Batik, Acaraki, dan Math Cat.
The Art of Batik bertujuan untuk memberi edukasi tentang batik yang merupakan warisan luhur bangsa Indonesia.
Acaraki bercerita tentang para peramu jamu di zaman Majapahit yang akan bersaing untuk mengobati penduduk di lima wilayah Majapahit, Daha, Kahuripan, Matahun, Wengker, dan Tumapel.
Sedangkan Math cat merupakan card game yang bertujuan mengajak bermain sekaligus belajar matematika.
4. Madhang.id
Madhang menyasar segmen pasar dari kalangan ibu rumah tangga yang biasanya aktif menjual masakan khas rumahan Indonesia.
Untuk membuat aplikasi itu, Kaesang menggandeng mahasiswa dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang untuk berkolaborasi.
Kaesang mengaku sebelum meluncurkan aplikasi ini, ia sudah melakukan riset mendalam untuk menentukan segmen pasar.
Hasil surveinya menunjukkan hampir 90 persen anak muda Indonesia suka masakan buatan ibu mereka.
Fakta tersebut dianggap sebagai peluang bisnis dan berujung kepada dirancangnya aplikasi madhang.id. (*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!