zoom-in lihat foto Malas Bercinta Saat Hamil? 5 Cara Ini Bisa Jadi Alternatif Agar Tetap Intim Bersama Pasangan
ilustrasi | bidanku

TRIBUNJUALBELI.COM - Saat hamil, beberapa perempuan merasa malas untuk berhubungan badan dengan pasangan.

Tak bisa disalahkan, sebab selama kehamilan, calon ibu memang harus mengeluarkan energi ekstra.

Belum lagi saat calon ibu merasakan morning sickness, tangan dan kaki yang bengkak, kembung, badan yang cepat lelah, juga dorongan untuk buang air kecil yang tak henti-hentinya.

Dengan segala perubahan fisik tersebut, ibu hamil kadang lupa untuk merawat diri, apalagi menjaga kemesraan dengan suami.

Padahal, suami juga tetap butuh perhatian istri, kan?

Meskipun enggan bermesraan saat hamil, sebenarnya ada cara untuk menjaga keintiman dengan suami.

Berikut beberapa cara agar tetap mesra dengan suami meski tak berhubungan badan.

1. Stop Bicarakan Kehamilan

Pembicaraan mengenai bayi dan kehamilan tidak perlu selalu mendominasi pembicaraan.

Masih banyak topik pembicaraan lain yang bisa dipilih saat sedang berdua dengan suami.


2 dari 4 halaman


Bagaimana pun, Ayah dan Ibu masih menjalankan kegiatan sehari-hari di tempat kerja atau bertemu dengan teman sepergaulan.

Supaya lebih romantis, coba lah bernostalgia mengingat saat pertama kali bertemu atau masa-masa indah pacaran.

2. Pergi Berkencan

Calon ayah dan ibu biasanya jadi lebih sering pergi ke tempat-tempat yang menyediakan kebutuhan ibu dan bayi.

Hal ini memang menyenangkan, dan cukup menyita perhatian.

Tetapi luangkan juga waktu untuk pergi berkencan ke tempat-tempat yang lebih seru, seperti nonton film, teater, bersantap di restoran favorit, mengunjungi pameran, atau sekadar jalan-jalan santai berdua.

3. Alternatif Saat Tak Ingin Berhubungan Seks

Kalau hubungan intim tidak memungkinkan untuk dilakukan, ya jangan dipaksakan.

Romantisme tidak hanya bisa diwujudkan lewat hubungan intim, tapi bisa juga dengan saling bersentuhan, berpelukan, atau saat memijat kaki ibu hamil yang mulai membengkak.

Pijat juga pundak dan leher Ayah yang kecapekan setelah bekerja di kantor, sambil memintanya menceritakan hal-hal ringan seputar kantor.


3 dari 4 halaman


Intinya adalah tetap melakukan hubungan fisik dengan suami tanpa perlu melakukan kegiatan yang lebih intim.

4. Jaga Komunikasi

Mungkin terdengar klasik, tapi komunikasi memang sangat penting.

Utarakan semua yang dirasakan selama masa kehamilan ini pada Ayah, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Jangan ragu minta bantuan orang lain atau ahlinya jika komunikasi antara suami-istri terganggu.

Bicarakan juga apa yang bisa Ayah lakukan saat bayinya lahir nanti.

Faktanya, semakin kuat hubungan yang terjalin antara suami-istri selama kehamilan, maka hubungan tersebut akan semakin kuat setelah si bayi lahir.

5. Lakukan Babymoon

Saat bayi lahir, pasangan suami-istri kemungkinan besar akan lebih fokus untuk mengurus bayinya dibanding bermesraan berdua.

Jika memiliki waktu dan uang lebih, lakukanlah babymoon selama masa kehamilan.


4 dari 4 halaman

Umumnya, ibu hamil sudah aman untuk melakukan perjalanan saat usia kehamilan di atas 24 minggu.

Nikmati masa-masa berdua saja sepuasnya selama masih bisa.

Sekadar menginap di hotel saat long weekend juga bagus untuk mengurangi stres menjelang persalinan, lho.

Selamat mencoba Moms!

Selanjutnya