zoom-in lihat foto Tak Seperti Pria, Inilah 5 Gejala HIV yang Hanya Muncul Pada Wanita yang Tak Banyak Orang Tahu, No.3 Ngeri
Ilustrasi | emchk.com

TRIBUNJUALBELI.COM - Salah satu penyakit yang paling menakutkan di dunia adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

Tidak seperti virus lainnya, sekali tubuh kamu terinfeksi, sulit untuk menyembuhkannya.

AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Secara umum, ada 3 fase infeksi HIV.

Fase pertama terjadi setelah 4 minggu terinfeksi dengan penderita HIV.

Gejala yang muncul biasanya adalah sering flu, demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar, sakit kepala, sakit pada persendian, dan rasa sakit di otot-otot.

Fase kedua atau fase asimtomatik (tidak bergejala) ini terjadi setelah gejala awal hilang.

HIV mungkin tidak menimbulkan gejala lain selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Selama masa ini, virus akan bereplikasi di dalam tubuh dan secara perlahan mulai melemahkan sistem kekebalan tubuh.


2 dari 4 halaman

Kamu gak bakal merasa sakit atau terlihat sakit, namun virus ini masih aktif di dalam tubuhmu.

Fase ketiga adalah fase di mana sistem kekebalan tubuh telah rusak parah sehingga infeksi dan penyakit serius semakin banyak menyerang tubuh.

Seiring sistem kekebalan tubuh yang semakin menurun, berbagai komplikasi mulai terjadi.

Lalu apakah gejala HIV yang dialami pria dan wanita itu sama?

Ternyata tidak. Seseorang bisa terinfeksi HIV karena adanya penularan melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi.

Vagina wanita memiliki risiko tertular HIV lebih tinggi ketika melakukan seks daripada laki-laki.

Namun, gejala HIV pada pria dan wanita sangat bervariasi sehingga tidak bisa disamaratakan.

Dilansir dari laman Hellosehat, berikut ini beberapa gejala HIV yang hanya muncul pada wanita.

1. Infeksi jamur di vagina

Vagina yang sehat sebenarnya mengandung bakteri dan jamur, namun ketika terjadi perubahan keseimbangan antara jumlah bakteri dan jamur, jamur bisa berkembang biak lebih banyak.

3 dari 4 halaman

Infeksi jamur vagina biasanya disebabkan oleh jamur candida albicans.


Gejala yang dirasakan yakni gatal, rasa seperti terbakar, nyeri saat buang air kecil ataupun melakukan seks.

Kemunculan jamur pada vagina ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah penurunan kekebalan tubuh yang sering terjadi pada orang dengan HIV positif.

2. Penyakit kelamin

Penyakit kelamin yang terjadi pada wanita penderita HIV dapat berupa chlamydia dan gonore.

Selain itu juga trikomoniasis, yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.

Ketiganya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Gonore sebenarnya bisa dialami baik pria maupun wanita.

Terdapat perbedaan gejala pada gonore yang terjadi di wanita dan dengan gonore di pria.

Gonore pada wanita hanya terlihat seperti gejala ringan saja, hampir mirip dengan infeksi bakteri dan jamur pada umumnya.

4 dari 4 halaman

Sedangkan pada pria, gonore biasanya menunjukkan gejala yang khas, seperti kencing nanah.

3. Infeksi human papilomavirus (HPV)

Infeksi human papilomavirus dapat menyebabkan kutil di kulit kelamin yang menimbulkan rasa sakit, tidak nyaman, dan gatal.


Pertumbuhan ini sangat berbahaya bagi wanita karena beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker pada leher rahim (serviks) dan vulva.

Sebenarnya kutil kelamin dapat terjadi juga pada pria, namun kejadian pada wanita lebih rentan terhadap komplikasi terjadinya kutil kelamin ini.

4. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi yang terjadi pada daerah rongga pelvis yang terdiri atas rahim, bagian tuba falopi, dan ovarium.

Penyakit radang panggul pada wanita yang positif HIV biasanya sulit disembuhkan.

Gejala yang timbul juga bisa berlangsung lebih lama dari biasanya atau kembali kumat lebih sering.

5. Perubahan siklus menstruasi

Wanita yang positif HIV bisa mengalami perubahan siklus menstruasi, bisa juga mengalami menstruasi yang lebih berat dari biasanya atau tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Penderita HIV juga memiliki gejala premenstruasi (PMS) yang lebih parah dari biasanya.

PMS adalah kondisi yang memengaruhi wanita menjelang haid datang.

Biasanya yang sering dialami adalah kecemasan, depresi, jerawat, kelelahan, sakit kepala.

Sebenarnya PMS adalah gejala yang banyak dialami oleh wanita yang menstruasi, bahkan 85% wanita usia subur mengalami PMS sebelum menstruasi.

Namun, pada orang dengan HIV positif, gejala-gejala tersebut bisa terjadi lebih parah atau berat dari sebelumnya.

Nah girls, jika kamu mengalami salah satu dari 5 gejala tersebut segera konsultasikan dengan dokter.

HIV memang belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit ini. (*)

Selanjutnya