TRIBUNJUALBELI.COM - Bebrapa waktu lalu netizen dihebohkan dengan kabar penipuan dan pencurian saldo Go-Pay pada aplikasi Go-Jek.
Beberapa korban mengaku saldonya terkuras.
Akun twitter @FriskaSUtami, mengaku telah menjadi korbannya.
Ia mengaku bahwa beberapa kali dihubungi seseorang yang ingin memberikan saldo Go-Pay sebesar Rp 500 ribu.
Orang yang mengatasnamakan pihak Go-Jek tersebut memaksa Friska untuk memberikan kode One Time Password (OTP).
OTP tersebut adalah kode rahasia yang dibutuhkan oleh user yang baru memasang aplikasi Go-Jek di ponselnya.
Kode ini dibutuhkan sebagai verifikasi kedua saat login pada aplikasi.
Kode OTP yang tidak akan bertahan lama tersebut hanya akan dikirimkan pada pemilik nomor yang terdaftar ketika membuat akun pertama kali.
Kemungkinan besar pelaku telah mengetahui user name atau alamat e-mail serta password user sehingga ia bisa dengan bebas mencuri saldo Go-Pay.
Korban lain, yang mencuat di twitter @dittameliaa mengatakan jika temannya telah mendapat sms yang mengaku dari Go-Jek dan mendapat telepon dari nomor tak dikenal untuk menyebutkan nomor kode OTP yang terkirim di ponsel.
Alhasil peretas bisa menggunakan saldo go-pay untuk membeli Go-pulsa.
Jadi penipu bisa membobol akun Go-jek yang bersangkutan, bukan berupa transfer saldo ke rekening lain melainkan saldo Go-pay nya sendiri yang telah direngut untuk pembelian pulsa dll.
CEO Go-jek, Nadiem Makarim pun angkat bicara atas kasus ini.
"Kode verifikasi sangat penting dan bersifat pribadi sehingga tidak boleh disebarluaskan. Go-jek tidak pernah meminta kode verifikai yang sudah diberikan kepada pelanggan."
"Jadi, jika ada pihak yang yang meminta kode verifikasi atau mengatasnamakan Go-Jek, mohon untuk waspada dan tidak memberikan kode kepada orang lain," jelas Rindu Ragillia selaku PR Manager Go-jek Indonesia.
Iapun menghimbau pengguna agar selalu mengkonfirmasi kebenaran informasi yang sampai kepada customer service Go-Jek Indonesia.
Jangan mudah percaya dan sampai tertipu hingga menjadi korban selanjutnya.
Untuk menghindari kasus yang sama terjadi kembali, Rindu telah berupaya membuat sistem keamanan baru agar pengguna merasa lebih aman.
Nantinya user tidak perlu memasukkan password ketika ingin login.
Sebagai gantinya, user akan mendapat kode verifikasi.
Untuk selanjutnya, 4 kode yang bersifat sangat pribadi tersebut akan digunakan untuk mengakses akunnya.
Karenanya, kode rahasia tersebut 'haram' diberitahukan kepada siapapun, termasuk pihak Go-Jek.
(Tribunjualbeli.com/Nadhira Septianda)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!